Glad to see you here, enjoy it! Thank you.
My photo
Jakarta, Indonesia
I'm not good at saying so I’m writing.
Showing posts with label Harian. Show all posts
Showing posts with label Harian. Show all posts

Wednesday, July 19, 2017

Sekolah lagi? Mengapa tidak?


Pertamanya bingung, mau login saja gemeteran. Kemudian... Terima kasih, Tuhan! Tiket masuk Program Magister sudah di tangan. Tiada henti saya ucapkan syukur kepada-Mu atas restu yang diberikan untuk dapat sekolah lagi.

Gampang.
Banyak orang bilang "Ah S2 di sana gampang, temenku modal duit juga bisa", "Gampang S2 di sana syaratnya formalitas" dan lain sebagainya. Mungkin ada benarnya, saya tidak tau. Mungkin bagi kebanyakan orang memang gampang, tetapi belum tentu bagi saya. Kemampuan seseorang dalam menerima suatu permasalahan itu tidak sama. Saya mengikuti prosedur umum seperti calon mahasiswa lainnya. Sebenarnya gampang itu ketika saya bisa saja minta tolong seseorang untuk langsung menerima saya tanpa syarat, hahahahaha saya tidak seputus asa itu. Ketika saya sudah berniat, pasti saya perjuangkan.

Gampang.
Kalau memang masuknya gampang, apa iya lulusnya gampang? Kalau kita tidak menikmatinya, apa iya gampang? Satu-satunya statement 'gampang' yang bisa saya terima dari senior saya adalah "Kalo seneng ngejalaninnya, asik-asik aja, gampang kok". Sebulan lebih menunggu pengumuman yang diundur dua kali, astaga... menikmati haripun tidak segampang itu. Tidak bisa tidur sampai ajakan sahur, saat tertidur malah memimpikan gunung meletus. Pernah mendengar kalimat bijak 'Semua telah diketahui kecuali cara untuk bertahan hidup'? 

Saya bukan orang yang biasa mendapatkan sesuatu secara gampang. Kalau kalian (ingin) tau, perjalanan saya selama 24 tahun ini ya gitu. Benar, orang lain hanya mengomentari hasil tanpa peduli prosesnya. Memang, tidak ada kewajiban bagi mereka untuk mengetahui apa yang terjadi dengan hidup saya karena 'tugas' mereka hanyalah menilai dari apa yang dilihat.

Orang lain tidak tau (mungkin tidak ingin tau juga) usaha saya bolak-balik Jakarta dan Jogjakarta yang cukup menguras tenaga dan uang. Mereka hanya tau saya kesana-kemari hanya untuk bervakansi. Orang lain tidak tau (mungkin tidak ingin tau juga) berapa kali saya gagal dan menghabiskan lumayan biaya hanya demi mengulang tes persyaratan masuk S2. Mereka hanya tau kalau kerjaan saya guling-guling di atas kasur setiap hari, ya mungkin memang juga hehehe. Orang lain tidak tau (mungkin tidak ingin tau juga) apa alasan saya berlama-lama di Jogjakarta. Mereka hanya tau saya sebagai pengangguran yang tidak berusaha apa-apa. Mereka tidak tau berapa buku yang saya pakai untuk latihan, waktu berapa kali berapa puluh menit yang saya habiskan untuk mengerjakan berbagai jenis soal, bagaimana perasaan orang tua dan mas saya yang dikorbankan demi melampiaskan amarah saya. Orang lain hanya tau kalau hidup saya selama ini enak-enak saja. 

Orang lain hanya tau keluarga saya 'mampu' menyekolahkan anak-anaknya dengan biaya mandiri. Mereka tidak tau kami pernah ditolak di sekolah swasta karena tidak dapat membayar uang pangkal. Orang lain hanya tau keluarga saya 'mampu' untuk membeli tiket perjalanan berkali-kali. Mereka tidak tau kami berkali-kali jalan kaki entah karena angkot mogok beroperasi atau karena dirasa tidak begitu perlu menggunakan kendaraan. Orang lain hanya tau keluarga saya 'mampu' untuk membantu yang kesusahan. Mereka tidak tau bahwa kami bukan yang berkelimpahan harta sampai bingung menghabiskannya tetapi kami tau rasanya ditolong dan tidak ditolong. 

Beasiswa? Saya merasa tidak cukup pantas untuk mendapatkannya. Bukan saya sombong, saya ingin tapi saya tau batas kemampuan saya. Saya juga sebenarnya tidak bodoh, pas-pasan. Akademik saya pas-pasan kok, percaya diri saya juga pas-pasan. Waktu SD dan SMP hanya berantusias ketika jam pelajaran bahasa, kesenian atau olahraga. Saya benci matematika. Waktu SMA saya mulai suka mata pelajaran Kimia dan masuk jurusan IPA meskipun saya juga tidak katam sekali. Sampai akhirnya saya 'kecemplung' dan harus berenang di pendidikan apoteker dari nilai jeblok sampai tertarik melanjutkannya.

Kembali ke fokus awal. Sekolah lagi? Mengapa tidak?

Sebenarnya alasan saya memutuskan untuk sekolah lagi (di sana) bukan itu, bukan karena yang katanya gampang. Alasan saya yang pertama adalah karena bapak ibu. Kota ini menyatukan kami, bapak dan mas melanjutkan sekolah di sini. Diputuskan mengontrak rumah di sini, masa iya ngekost sendiri-sendiri? Mau tidak mau, ibu sibuk bolak-balik. Orang lain tidak tau betapa pusingnya mengontrol dua rumah. Mereka tidak tau betapa kerasnya usaha orang tua saya yang tetap bekerja sembari menyelesaikan studi setelah masa pensiunnya, begadang terkantuk-kantuk lewat tengah malam untuk saling menemani. Dengan usia mereka yang semakin bertambah, kesehatan yang kadang terganggu karena kelelahan, saya sangat ingin membantu keluarga ini yang Puji Tuhan selalu dicukupkan. Tetapi? Bapak ibu masih ingin kami (saya dan mas) untuk sekolah lagi sebelum berkarir. Ini saatnya bapak ibu menikmati hasil jerih payah mereka. Bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai jenjang yang tinggi, kalau bisa lebih tinggi lagi. Kata bapak, pendidikan kami itu penting agar bisa survive di dunia yang terus berkembang. Bapak ibu ingin anak-anaknya berhasil, 'naik kelas'. Selagi mampu mendanai, sekolah lagi, mengapa tidak? 

Setelah mendaftar, awalnya saya takut. Saya kurang yakin dengan kemampuan saya sendiri. Tetapi teman saya sewaktu kuliah bilang "Ngapain takut, Ras? Kan udah usaha tinggal berdoa aja. Keputusanmu buat lanjut kuliah itu udah nunjukkin kalo kamu berani". Menurut saya itu keren sekali, membuat semangat saya meluap untuk selalu berpikiran positif, saya bisa.

Alasan saya berikutnya, yang baru-baru ini terlintas adalah karena saya perempuan. Saya ingin pendidikan saya tinggi dan tidak dipandang sebelah mata. Saya ingin memiliki bekal bakal pekerjaan saya nanti dan bermanfaat meskipun hanya sebesar biji sesawi. Saya ingin membawa pengaruh yang baik bagi banyak orang. Saya ingin membanggakan orang-orang yang telah memberikan restu dan dukungan pada saya. Memang pengalaman saya sangatlah kalah dibanding teman-teman yang sudah memiliki penghasilan, saya bangga pada mereka tentu saja. Jujur, saya juga ingin seperti mereka. Tetapi saya harus bisa melakukan hal lain. Ibu bilang bahwa berbeda tidak selalu buruk, seperti anak panah, tidak apa sedikit lebih mundur agar dapat melaju lebih cepat. Ada benarnya, kalau saya memutuskan untuk bekerja dahulu, bisa saja saya terlalu asik berpenghasilan dan tidak mau lanjut sekolah padahal banyak orang yang ingin memiliki peluang seperti saya, mengapa saya harus tidak mau? Pada era global ini, persaingan (sehat) perlu kan? Kalau orang bisa bekerja saat ini, mengapa saya tidak bisa sekolah pada kesempatan ini? Toh, pada akhirnya kami bermutualisme, bertukar ilmu itu baik, bukan? Masalah karir kami pasti ada masanya, ada waktunya. Tuhan sudah siapkan 'jatah' kami. Saya yakin Tuhan tidak pernah terlalu cepat atau terlalu lambat. 

Ya... berpanjang lebarpun orang tidak peduli. Terkadang kita perlu menutup telinga untuk bisa mendengarkan apa kata hati sendiri, biarlah pilihan kita yang menentukan hidup kita. Seperti nasihat yang tante saya berikan, tetapi Tuhanlah pemilik segala ilmu sehingga doa, belajar dan kerja keras yang menjadi strategi untuk mencapai harapan yang sesuai dengan keinginan. 

Sekian.

Monday, May 8, 2017

24

“Cheers to myself for surviving another year! May I have many more wonderful, crazy years ahead of me! Happy Birthday, Me!“

Puji Tuhan, terima kasih atas rezeki yang masih Kau berikan untuk selalu mencukupkan saya dan keluarga, atas bertambahnya usia saya di tiap 5 Mei bersama bahagianya orang di sekitar saya khususnya tahun ini. Kiranya Tuhan selalu menjaga mereka yang tiada hari tanpa menyayangi saya.

Terakhir merayakan bersama itu waktu ulang tahun ke-17. Setelahnya, mencar merantau semuanya. Terima kasih, Babang & Ibur sudah menyempatkan sebelum ke Jakarta juga Mamas yang nemenin adeknya, mari bersyukur! Akhirnya foto bareng lagi di hari ulang tahunku πŸ˜ŠπŸ’•

Kau, yang sudah hadir tiga kali berturut-turut di tiga kota yang berbeda, Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta. Terima kasih untuk waktu yang sudah kau luangkan menujuku. Saya menyayangimu.

Monday, April 17, 2017

Selamat, Doktor!

Akhirnya.
Meski terhambat kesehatan dan 'perintah' yang hanya bisa dijawab dengan 'siap', tetap ikhlas dilaksanakan sebaik mungkin. Meski menjadi mahasiswa baru setahun lebih cepat dariku dan lulus pada tahun berikutku, tak patah asamu.

'Alon-alon asal kelakon'. Biar lambat asal selamat. Biar belakangan asal diselesaikan. Tanggung jawab itu penting.

Keadaan ini mendekatkan keluarga yang terpisah jarak, mengakrabkan keluarga yang terdidik mandiri. Tuhan tau kami saling membutuhkan, Terima kasih Tuhan.

Pelintas batas, julukan yang mereka 'titeni' untukmu. Sangat memuaskan di garis tertinggi.

Untuk apa pandai jika akhirnya menyakiti? Apa guna menjadi saintis jika tidak bisa bersosialisasi? Keseimbangan hati dan pikiran, itu kuncinya. Tak perlu berambisi untuk menjadi yang terbaik karena semuanya ada di hati.

Selamat, Doktor! Mengenai belajar tak kenal waktu, semoga selalu menginspirasi generasi mudamu.
Yang tak habis bangganya, anak gadismu.


Yogyakarta, 17 April 2017.

Saturday, April 15, 2017

Selamat 23!

Semoga berkenan, jika tidak maka belajarlah menyukai apa yang tidak kau suka. Belajarlah menerima dan bersyukurlah. Rendah hatilah selalu, apalah arti baik rupa tanpa manis hatimu.
Selamat 23 tahun, Kapten πŸ’› Tuhan berkati dengan keselamatan, kesehatan dan keberhasilan. Amin.
Tulisku, di instagram. 

12 April 2017 di Yogyakarta.
Lagi. Di tahun ketiga, aku tak dapat hadir di hari ulang tahunmu.
Maaf. Namun semua doa selalu terkirim untukmu yang sedang praktek kerja di Bogor. Semoga Tuhan selalu merestui sampai kita duduk bersebelahan, beberapa sentimeter saja.



Tuesday, September 6, 2016

Kali Kedua

Bukan kayak lagunya mbak Raisa, kali keduanya beda lagi.

Selamat, kamu sudah dengan sabar menghadapiku selama dua tahun ini, Ris!
Sekarang tanggal 6 September 2016 yang rupanya manis sekali, kalo tahun lalu aku sendu saja ternyata di tahun kedua kamu sangat manis sekali. Kita pergi ke kafe di mana dulu pertama kali Aris bilang mau lebih dari teman entah apa maksudnya. Katanya dua tahun lalu, hari itu adalah hari yang tepat untuk mengeluarkan momentum. Terserah. 

Jadi dua tahun lalu kita sempet sampai Tanjuk Perak tepi laut ya, nyaris ke Gresik loh tanpa obrolan yang masuk akal. Entah apa yang ada di pikiran kamu. Jujur aku bingung karena nggak mau kepedean secara kan senior itu jaga sikap dong masa diajak jalan jauh sama junior aja senengnya setengah mati, nggak lah. Malah takut diculik.

Jadi, terima kasih untuk hari ini kamu lucu sekali. Terima kasih untuk dua tahun lalu, setahun lalu, tidak hanya itu, terima kasih untuk hari-hari sebelumnya dan setiap harinya. Terima kasih Tuhan sudah menciptakannya dari rahim ibunya yang penyayang, dari ayahnya yang lembut hatinya. Tante terima kasih sudah melahirkan Aris meskipun kadang cueknya ampun-ampun, Laras suka nggak sanggup. Angkat tangan deh, ampun om anaknya dikasih apaan. Ris, ku yawyaw kamu ya! Ehehe...

September 2014
September 2016

Friday, August 19, 2016

Yudisium Kedua

Setelah praktek kerja profesi selesai maka dilanjutkan dengan sidang profesi industri. Saya dapat giliran pada hari pertama jadwal selesai ya bagus saya pembuka, beberapa hari kemudian dinyatakan bahwa saya tidak mengikuti sidang ulang. Terima kasih kepada bapak-bapak malaikat, dosen saya yang sangat menyenangkan jika mengajar meskipun saya terkadang mengantuk karena terlalu lama ataupun dagdigdug karena ada tanya jawab, Prof Yuwono dan Pak Dwi. Juga kepada penguji industri dari PT Kimia Farma. Oke mereka nggak akan melihat postingan ini tapi ya bersyukur dan terima kasih tetap terkirim untuk mereka dan Tuhan tentunya, terima kasih, Tuhan!
_____

Yudisium kok nagih ya? Kali ini yudisium untuk profesi apoteker, rasanya senang juga lega. Kelas D 2011, lima tahun sama mereka itu kayak gimana ya... makin ke sini makin sayang. Sekarang sudah lulus jadi apoteker setelah dihempas badai ujian-ujian yang nggak tau lagi kalo nggak ada kalian. Sedih ada, karena ini tahun terakhir kami dan kami nggak lengkap. Buat yang belum, kami doakan agar segera menyusul dan bertemu di dunia orang dewasa hahaha. Nggak ada lagi praktikum bareng, nyuci buret, rebutan statif yang imbang atau ganti beaker glass yang pecah, nugas sampai malam, kelayapan di kampus sampai gelap ataupun main bareng ke nikahannya siapa gitu. Nanti bakal sibuk dengan hidup masing-masing.

"Rasanya kurang afdol kalau tidak posting 'kegaduhan' foto kelas post-yudisium ... bahkan sepertinya kita kelas yang bisa dibilang 'hampir kenyang' entah dicaci maki atau dirasani satu kampus (?) Ah bodo amat, paling tidak saya tahu bagaimana mencari 'surga' diantara betapa 'neraka'-nya Farmasi, semuanya ada di kalian hei diampud (!) Semoga tali silaturahmi kita tidak berhenti hanya di jenjang titel, tapi masih berlanjut hingga reuni anak cucu nantinya (?)"
— @noirwanabhud 

Perubahan dalam hidup, wajar terjadi. Kehilangan itu pasti tapi kenangannya tetap ada. Proses pendewasaan dimulai kembali. Selamat, sejawat! Sampai jumpa September di Sumpah Apoteker 102. Terima kasih untuk kalian.

Dan selamat untukmu sudah lulus ujian skripsinya. Meskipun tidak mau ditonton tapi ku selalu doakan yang terbaik. Silakan menunggu yudisium, semoga berhasil dan sampai jumpa di wisuda bulan September! Bangga padamu, salam sayang.

Surabaya, 19 Agustus 2016.
Sekian.

Monday, May 16, 2016

Selamat Ulang Tahun, Kita! (2)

Kalo di posting-an sebelumnya yaitu Selamat Ulang Tahun, Kita! tentang ulang tahun Aris, sekarang di bagian kedua kita masuk ke Bulan Mei, bulannya aku.

5 Mei 2016.
HARI ULANG TAHUN LARAS.

Berantem melulu nggak karuan, dua bulan lebih nggak ketemu. Apalah arti kata rindu apabila tidak bertemu? Aris ngelab terus seharian, kalo di kampus nggak pernah ngabarin. Sekalinya ngabarin cuma nyapa "Laras". Terus kenapa? Ya ngambeklah gua, gua berenti ngasih kabar dan nggak dicariin. Dua hari gua diemin, geram, yaudah. Terserah, mau alesan "Aku nggak mau ganggu kamu PKPA" lah, "Aku nggak mau ganggu kamu istirahat" lah. Bodo.

Tanggal 2-6 Mei, PKPA libur, long weekend. Aslinya sih udah selesai, tapi diperpanjang jadi masuk lagi tanggal 9 Mei. Sempet mau ikut bapak ibu ke Pontianak tapi nggak jadi karena perpanjangan PKPA yang ternyata baru minggu depannya. Oke gpp (kzl). Sebenernya nggak mikirin ulang tahun banget secara udah gede. Ucapan buat apa sih kalo tanpa kehadiran, ya nggak? Asique.

Rabu. Main-main sama Arie si jambul wudpeker dari Bekasi yang berkunjung dan Ayun Yoan yang masih tersisa di kos Arafuru. Nggak pake kode lagi, langsung minta bikinin kue oreo cheesecake ala Arie yang endes banget buat hari H nanti. Ayun juga nawarin buat mengabulkan seluruh permintaan gua, bukan main percaya diri. Aku santai, sembari membalas chat Aris yang sepertinya lagi chat-chatan licik sama Ayun. Pernah, salah kirim yaudahlah terserah gua capek kan. Kemudian mang Tardi dateng bawa paketan dari JNE, kotak beridentitaskan sepatu dari Aris. Ketawa. Senasib kayak gua. Gagal 1. Selesai.

Pada hari sebelumnya mamas pulang dari Jogja dan tengah malem di Hari Kamis, Muis dan Noval yang sudah balik ke Tuban dan Surabaya ngajak group call di LINE. Aisha ajak video call dan ngucapin selamat ulang tahun kemudian Ayun keluar kamar dan masuk bawa dua potong kue dan lilin yang kayak kampret susah banget ditiup. Ayun dan Yoan merasa gagal karena Aisha salah waktu. Gagal 2. Selesai. 

Pagi. Aris telfon terus tapi nggak gua angkat karena gua ngantuk banget dan males karena dia selalu bikin gua ngarep dia bakal ke Jakarta, "Kalo aku ke Jakarta nanti kamu kaget" dan selalu gua bales dengan "T*i" disambung dengan tawanya. Telfon makin liar, gua angkat dan cuma bilang terima kasih atas ucapannya dilanjut buka kado yang isinya sepatu itu hehehe dan manis sekali sepatunya kenapa bisa unyu juga tuh galah jambu, di kartu ucapannya ada ayat alkitab yang wah juga didampingi bahasa anak polos lucu banget ih. Oke tidur lagi sampe siang, biasa aja tanpa feeling aneh-aneh. Hujan besar sampe siang. Mbak Dedeh bangunin aku buat sarapan dan bilang kalo Arie mau bikin kue tapi gagal ke rumah pagi karena hujan. Lagi-lagi. Ayun, Yoan dan Arie merasa gagal karena mbak Dedeh pake bilang. Gagal 3. Selesai.

Sore, ke gereja memperingati Kenaikan Tuhan Yesus. Misa berdua sama mamas, enggak kok enggak galau enggak. Berangkat ke gereja, disambut mas-mas Cheesecake bawa kotak yang waktu ditunjukkin isinya Tiramisu kesukaan gua dan bertuliskan "Selamat Ulang Tahun Laras Gemash!". Gua balik ke pintu rumah, "Bu Ayun ada paketan nih". Entah gempa dari mana, ternyata Ayun lelarian nyamperin kebingungan. Sambil gua kasih ke Ayun, "Makasih loh ya, aku ke gereja dulu hehehe". Ayun mengumpat, Arie dan Yoan dari dalam rumah tertawa keras dan ya segala umpatan bahasa Jawa campur Jakarta jadi satu. Gagal 4. Selesai.

Malam. Pulang misa disambut nasi kuning andalan mbak Dedeh dan Bakmi Golek kesukaan. Mau berdoa dan makan, ditunda. Menunggu Mamat, alibinya. Lagi asik nyobain Cheesecake buatan Arie... Yang Ke-5 datang. Bukan abang tukang kue atau abang bakmi. Bukan juga abang parcel atau abang JNE. Tapi Aris dan Mamat di belakangnya. Lah masa bisa-bisanya gua kaget sampe terloncat dari bangku. Mau nangis nggak bisa, ada kesal yang berubah jadi sangat bahagia. Aris bawa kue Tiramisu tadi yang ternyata dari bapak dan ibu yang lagi di Pontianak. Kayak mimpi, si php datang. Minta diinjek-injek, pengen gua pelukin tapi masih ada keselnya. Bingung banget. Sesekali gua colek-colek perutnya, gua tusuk-tusuk pipinya, gua tarik-tarik rambutnya. Ya, kurang pecaya.

Tiup lilin dulu sambil malu-malu, "Aku nggak php kan?", katanya sambil senyum ngeledek. Ngeselin. Yasudah, berdoa kemudian makan. Masih nggak percaya sama sekali eh ada lagi yang datang. Kue dari Anggit yang tanpa pengirimnya. Tak lama pengirimnya ngechat, basis Jatiwaringin, belum jadi kumpul habis ini harus ya. Selesai makan, cemal-cemil kue, ngobrol lalu kehebohan datang dari belakang bak gempa bumi. Ancol dan Shantoy muncul tanpa dosa padahal ngakunya lagi di Bandung dan sempet melakukan fake update di Path. Pusing sih, pusing banget ini siapa sih event organizer-nya? Bapak? Ibu? Mas? Di Jogja jadi pinter drama kayak wayang ya? Aris? Kamu kelamaan nge-job jadi EO langsung jago kayak gitu? Ayun? Yang lama pacaran sama Mamat jadi jago ngelesnya? Arie? Shanty? Ancol? Di Bekasi ada spesialis 'akal-akalan'? Yoan? Aisha? Muis? Noval? Apa wong Jawa Timur ahli beginian? Gagal-gagal tapi kurang ajar. Yang gagal bikin ngakak tapi yang berhasilnya bikin jantungan. Banget. Lebay, bukan gua yang lebay tapi mereka. Cara mereka ah kocak dah pokoknya. Capek secapeknya menggelengkan kepala, kemudian semua tidur nyenyak karena besok mau jalan-jalan yey!

Terima kasih untuk 5 Mei-nya
Tuhan, terima kasih untuk 23 tahun ini!


Yesaya 54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Selesai.

Saturday, May 14, 2016

Selamat Ulang Tahun, Kita!

Oke. Mau berbagi cerita bahagia dulu nih. Tulisan blog tahun lalu belum ketutup tapi cerita dengan judul yang sama di tahun ini sudah muncul lagi. Bener-bener sibuk deh setelah punya gelar hehe gaya banget ya. Jadi ada dua cerita nih, mulai ya!

12 April 2016.
SELAMAT ULANG TAHUN, ARIS!

Jadi, sekarang gua masih di Jakarta, waktu dia ulang tahun kemarin gua nggak bisa ke Surabaya karena gua lagi PKPA kan. Gua udah nyiapin satu notes sebagai kado pemanis buat dia kuliah dan gua kebingungan nyari kado yang sebenarnya. Gua nanyain Yoga sahabatnya Aris lagi kepengen apa. Terus jawabannya, dia lagi kepengen makan rempela di angkringan. Kan gua pusing. Engga deng. Dia lagi kepengen sepatu atau jam tangan, oke. Barang cowok nggak ada yang murah dan gua jadi pusing beneran. Belum ada niat ngasih kado baju, udah dimarahin duluan sama Yoga katanya Aris udah kayak distro flanel. Okesip, enggak itu. Setelah keribetan terjadi (maafin aku ya Devi, pacarnya diribetin), selesai sudah. Dan bagaimanapun caranya rahasia, gua beli deh tuh jam tangan pake perjuangan. Pake bete, pake was-was, pake pegel, pake lepek, pake kangen, pake sebel, pake cinta, pake malu sumpah malu. Sekian.

Karena ulang tahunnya Hari Selasa, jadi Sabtu gua ke JNE sama Ayun soalnya takut Minggu tutup dan Senin nggak sempet kalo pulang dari kantornya aja malem. Terus berkali-kali gua bilang sama abangnya sampai abangnya paham dan bisa mengulang apa yang gua bilang, "Bang, ini penting ya. Pokoknya paketan ini nggak boleh ditulis isinya apa dan nyampenya harus Hari Selasa ya, nggak boleh kurang dan nggak boleh lebih. Soalnya ini kado, ulang tahunnya baru Selasa dan Senin saya gabisa maketin. Saya bayar yang YES (Yakin Esok Sampai) tapi dikirimnya Senin ya". Bayar, pulang tenang.

Minggu sore ke gereja. Tenang-tenang sampe pulang ada chat dari Aris. Hati suci abis gereja langsung rusak. Rasanya ingin berbicara kotor, kasaar semua hewan di kebun binatang mau gua keluarin. Bibir ini tidak ada hentinya mengumpat kepada abang JNE yang terkirim melalui udara. Paketannya nyampe dong, masih Minggu dong, ulang tahunnya Selasa dong. Nggak temen deh sama abang JNE itu, asli. Sialan. Yah. yaudah nggak usah dibahas, sedih. Oke gua stay cool aja. Pura-pura tenang, nelfon supaya nggak dia buka sebelum waktunya. Pokoknya dari malem itu, gua selalu minta kirimin foto paketan dari gua yang nggak boleh dibuka sampe Selasa pagi. Nurut, dia kirimin foto tiap gua minta update.

Lapor malam
Lapor pagi
Selasa pagi. Gua tau dia tidur larut, maklum mau ulang tahun. Dia ngajak chat sampe tengah malem, ngirim foto wajah happy-nya duh kangen tapi gua ngantuk banget dan harus kerja pagi. Gua bangun pagi, gua telfon seperti pacar yang seharusnya. Mengucapkan ulang tahun dan gemasnya dia kayak anak kecil langsung ijin buat membuka kado yang gua kirim, gua bilang boleh yaudah terus gua mandi dan siap-siap PKPA. Begitu buka chat, dia kirim foto isi dari paketan gua dan dia bilang "Kirain aku bangun tidur, kamu udah di depan kontrakanku". Yeuh Laras baper baper baper, mati mbak, dek. Maaf ya. Yaudah, abis gitu cuma bisa kangen...

Lapor kue
Sorenya nitip pie buat kue ulang tahun ke Yoga, berhubung laki gua macem artis gitu kan banyak yang kasih kejutan kayaknya, jadi diundur besoknya. Pas besoknya, si kapten manis laporan gitu, katanya gua so sweet banget jadi kangen. Preketek elu mah bilang gua so sweet karena ngasih kue manis ngahahaha. Iya deh kembali kasih ya, sayang wkwk. Iya, gitu ceritanya. Umur kita sekarang sama untuk beberapa hari ke depan jika ada hari esok. Semoga di 22 tahun-mu ini, kamu sekin dewasa dan bertanggung jawab juga segala permohonan baikmu dikabulkan Tuhan. Amin. Oiya, semangat skripsi ya!

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Monday, April 4, 2016

Kangen aja, sih.

Dulu yang namanya nge-blog, sudah menjadi makanan sehari-hari. Dulu yang namanya nge-blog, sudah menjadi tempat pelarian kalau gua mau cerita. Tapi sekarang, buka laptop untuk hal selain laporan aja susah. Untuk mendapatkan sinyal yang kuat di rantauan, hanya bisa di tempat makan donat di samping Kebun Bibit dan pojok sinyal di ujung Jalan Kayoon. Kampus? Jangan harap, kritik dan saran ke badan legislatif kampus sudah, tapi ya belum terfasilitasi banget. Sekarang mumpung di rumah, wifi hanya milik saya dan teman-teman anak kos Arafuru. Jadi, gua kembali lagi ke sini, ya kangen aja sih.

Next,...

Jadi, singkat cerita. Gua lagi menjalani kuliah profesi apoteker dan itu setahun lamanya. Salah satu syarat untuk apoteker itu adalah mengikuti kegiatan PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker). Oiya, fyi! Gua ambil jurusan industri, kenapa? Karena gua nggak sanggup buat ambil jurusan rumah sakit yang mata kuliahnya aja kayak nggak suka gitu sama gua, kebalik. Nggak, nggak, gua emang jiwa petualang kok, emang maunya di industri karena nggak suka bau rumah sakit.

Kemudian, ya gua diterima sebagai mahasiswa PKPA periode Maret - April akhir nanti di industri asing terkenal banget di dunia, salah satu cabangnya ada di Indonesia tepatnya di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Karena gua anak rumahan kalem banget gitu ya gua pilihlah di Jakarta biar deket dari rumah. Industri tempat gua PKPA itu yang punya produk parasetamol dan pasta gigi yang sering banget nongol di televisi. Gua akuin emang bagus banget, comply (bawaan kantor, ceh kantor) banget mungkin karena milik asing dan safety is number one. Gila bener-bener keamanan pekerja jadi dewa di sana, penting itu men menentukan kualitas juga loh!

Btw... Bapak, ibu dan mas nggak di rumah. Jadi selama PKPA di Jakarta dengan waktu yang sangat tidak singkat di rumah ini, gua tetep ngerasa jadi anak kosan. Ya gimana, bapak sibuk kerja dan layaknya seorang istri untuk mendampingi. Mas sibuk kuliah S2. Mereka bertiga kumpul di Jogja dan di Jakarta ini gua jadi anak abang ojek. Untung ada mbak Dedeh dan mbak Rini juga... para badung blapak ketimplung ketimplang. Ya anak kos Arafuru yang gua bilang di awal tadi, Ayun si juragan mendoan dari Kebumen, Aisha si bule medok dari Surabaya, Muis si tuan muda konveksi dari Tuban, Yoan si emak Larva benalu dari Surabaya dan Noval si kaum berada dari Madura. Bukan main, rame berasa di Surabaya, mereka-mereka lagi. Mengurangi sepi, terima kasih.

AKU LDR. Itu penting, informasi penting. Nggak cuma sama bapak, ibu dan mas tapi sama pangeran berkuda Revo-ku yang asli dari Bontang. Ah, kangen. Dua bulan lebih ini mah ngga bakal ketemu, nggak mungkin juga si pejuang skripsi itu ke Jakarta di masa sulitnya sekarang, maaf ya nggak bisa nemenin di sana. Lagian kamu kan bisa apa-apa sendiri tanpa aku, yeuh baper najis. Tapi kalo kangen, pasti aku senang kok. Gua doang kali yang kangen. Yaudah sekian, semangat ya para orang-orang yang aku LDR-in ku sayangi semua muah doakan aku juga!


Nyet, tugas gua banyak. Pulang malem terus, gua undur diri dulu ya, sampai jumpa di kisah nyata berikutnya. Sampai jumpa, Sparkler!

Friday, May 16, 2014

Cita-cita

Kamu pernah punya cita-cita? Setiap orang pasti punya cita-cita. Kalian tau aku kuliah di Farmasi? Kalian pasti tau itu bukan cita-citaku.

Sudah pernah aku katakan berulang kali, sudah aku nyatakan berkali-kali. Aku ingin menjadi Arsitek. Perempuan, anak teknik, penuh imajinasi dan dapat menuangkannya lewat garis yang berenang di atas kertas. 

Kamu tau tadi ibuku bilang apa?
"Selamat Pagi, dokter Laras. Ibu tenang dapet info dari adek jadi nggak was-was. Nanti adek jadi dokter ya, maksudnya kalo udah lulus ya kuliah lagi supaya jadi dokter kalo enggak ya jadi bu dokter deh"

Iya. Itu ibu aku. Bapak ibuku selalu menginginkan aku menjadi dokter. Paling tidak aku mendapatkan calon suami dan menikah dengan seorang dokter, katanya biar ada keluarga dokter.

Kuliah Farmasi. Susah, aku yakin kalian semua tau. Tapi hhh, mempelajari ilmu yang tidak aku gemari, setiap hari ke kampus yang tidak aku inginkan dan bangun pagi untuk hal yang tidak aku cita-citakan? Bukannya aku kurang berterima kasih, bukan pula aku tidak bersyukur ya Tuhan aku sungguh melakukannya di setiap doa aku selalu bersyukur punya orang tua yang bisa menguliahkan aku di fakultas dan universitas negeri ternama. Aku sangat ingin mewujudkan apa yang mereka inginkan tetapi mengapa dokter? Suatu saat aku akan ahli dengan semua obat, aku bisa membaca resep, aku akan tau nama-nama obat... Aku hanya tidak bisa mendiagnosa dan mengoperasi. Terus bagaimana? Aku sayang sekali pada mereka tapi bagaimana aku harus membalasnya, menjadi dokter saja tidak ada sama sekali terlintas di pikiranku...

Bapak, Ibu... Mengertilah, semua kebaikan yang aku terima, kebaikan yang kalian ajarkan, akan aku terapkan. Aku tidak ingin mengecewakan kalian tapi banyak maaf kalau aku tidak cukup baik. 

Tuesday, May 13, 2014

Iburku


Kamu tau artinya teman?
Kamu tau apa artinya sahabat?
Kamu tau bagaimana malaikat menjelma?
Kamu tau bagaimana Tuhan mengirimkan bidadarinya ke Bumi?
Kamu tau bagaimana rasanya disayangi?
Kamu tau bagaimana rasanya semua hal baik ada di sekelilingmu?

Buatku, semua rasa itu ada saat Ibu mulai mengandungku dan sampai sekarang tetap sabar memantauku dengan segala perkataannya. Semua hal indah yang aku pandang, sudah menjadi satu dalam sosoknya. Aku sayang Ibu :-)

Thursday, May 1, 2014

Mei

Halo kembali, bulan kesayanganku. Bulan di mana harapan-harapan baik dan menyenangkan selalu terucapkan. Berharap semoga selalu lebih baik dari bulan sebelumnya. Berdoa agar Laras menjadi Laras yang lebih kuat dan cepat bergerak. Bergerak, melepaskan diri dari kemumetannya dan mulai menulis buku baru lagi. Semoga kalian yang membaca, meng-Amin-i harapan baik ini. Amin. Mei, yang manis seperti biasanya ya. Tuhan memberkati!

Friday, August 30, 2013

TGIF. Bahagia. Jangan lupa bayar SOP.

Kalian tau ini hari apa? Hari Jumat men! Katanya kebanyakan orang ini hari adalah hari baik men. Parah gua lagi gatau lagi harus ngomong apa sama orang-orang ini. Pahlawan banget, persis sama kotanya, Surabaya. Pejuang-pejuang muda jaman sekarang nih tjoy. Kota Surabaya bikin mereka jadi pahlawan juga, terutama buat gua. Terutama hari ini. Terutama buat masa depan gua men. Ini gua nggak ngerti lagi gimana ngungkapinnya. Bahagia parah. Nggak ada taranya. Lu pada inget kan men blog gua 2 hari lalu? Telat bayar SOP...

Minggu. Mau KRS. Belum bisa. Dibuka sistem KRS Senin. Oiya lupa belum ngisi eval. Isi sampe penuh. 

Senin. Mau KRS. Gabisa. Belum melakukan pembayaran. Mampus. Gua lupa total kan. Bbm pahlawan Kebumen, bbm Fadhil, sms Tata. Nanyain gimana supaya bisa bayar daftar ulang. Katanya bayar aja. Oke gua ke bank dan portal sudah diblokir. Matik. Pulang. Lesu. Dapet nomor dari Fadhil. Oke kena roaming. Nomor Jakarta menuju nomor Surabaya. Mencoba. Usaha. "Siang, ini Unair Surabaya?", "Iya betul", "Saya Farmasi 2011 mau tanya tentang KRS", "Wah tapi ini perpustakaan Unair", wah kampret nih salah. "Loh perpus ya, ada nomor Farmasi nggak mas?". Dapet nomornya dan makasih, mas. Untung baik. Nelfon akademik, disambung ke keuangan. Ibunya yang tau urusan duit itu, ka-gak a-da. Nunggu sampe jam 3. Oke telfon lagi dan gua meronta-ronta nangis bombay memohon kepada si ibu itu. "Bu, gimana dong bu?", "Bu, tapi saya di Jakarta bu", "Bu, beneran harus ke rektoratnya bu?", "Bu, apa nggak bisa diwakilin bu?", wufff bener-bener si ibu itu berjiwa keibuan banget deh ngerti keluhan mahasiswanya, ramah dan sabar banget jawab pertanyaan gua ya gua rasa beliau kesel juga gua nanya mulu. Terakhir... Terima kasih ya, bu. Terus gua nelfon akademik, nanya soal KRS kalo telat gimana. Dia bilang apa? Maaf saya nggak bisa jelasin soal itu mbak. Whatttt? Dibayar buat nggak tau? Ah gila sinting banget kampus. Gokil seada-adanya. Terus nelfon dan sms bi doswal nggak digubris men :')

Selasa. Gua minta tolong sama pahlawan-pahlawan gua. Minta tolong tanyain ke rektorat plis. Pahlawan yang mau nolongin gua padahal ribet ngurus ospek maba. Mereka mengiyakan. Karena si pahlawan Kebumen masih di kotanya dan baru dateng ke Surabaya hari Kamis, maka kita tunggu sampai Kamis tiba. 

Rabu. Hening. Was-was. Galau barengan sama Faris gara-gara dia juga telat bayar men. 

Kamis. Hari yang ditunggu-tunggu dateng men. Bangun pagi. Mandi. Siap-siap ke bank. Terus dapet bbm dari pahlawan. "Ras ada pilgub nih rektoratnya tutup". Gua kicep, mau nangis, terus nangis, terus mandi lagi, nangis di bawah shower. Enggak sih. Gua langsung... Gimana sih men lu udah nunggu 2 hari penantian lu terus sirna begitu aja gara-gara orang-orang dewasa mencoblos-coblos muka orang di kertas, dibalik bilik, terus kelingkingnya diwarnain pake tinta. Mending bagus kan. Kalo kering udah kayak alay, kukunya kotor kayak abis mainan tanah bercacing. Sampe malem galau, terus Faris ngasih ide bikin surat dan langsung gua bikin dan gua kirim via email ke pahlawan berikutnya buat diprint dan disampein ke doswal gua yang super zibuk dan tiada kabarnya itu. Gua bbm pahlawan lain yang ada di kosan, minta amplop yang udah ditulisin alamat doswal gua. Puji Tuhan, tersedia. 

Jumat. Oke. Fix. Ini hari terakhir gua berharap jauh. Terus pahlawan-pahlawan gua (sama Faris) bbm dan bilang mereka otw ke rektorat si kampus C. Katanya alasan lupa, ditolak jadi alasan belum ada dana, dipakai. Kacau hahaha. Dalam nama Tuhan. Si pahlawan balik ke kampus B buat minta tanda tangan dekan yang bakal dikasih sesudah Jumatan. Katanya sih abis tanda tangan dekan, harus ke rektorat lagi buat buka portal banknya. Terus ada sms dari ibu doswal cantik katanya surat gua udah diterima. Puji Tuhan, beliau nungguin sampe urusan gua kelar. Baik banget sih bu! Ah pahlawan-pahlawan terima kasih. Hm... Nunggu. Depan cermin. Sampe jelek. Sampe lepek. Mainan kucing. Mainan anjing. Nonton Tom&Jerry. Terus jam 2an ada bbm. Gua disuruh ke bank men. Bayar men. Suruh buruan KRSan men. Dengan nasihat "Surabaya panas yah, jangan lupa bayar SOP lagi ya, ribet" demi Tuhaaaaaaan. Terima kasih banget pahlawan gua!!!

Terima kasih udah nyediain waktu ke rekorat buat nanyain SOP gua :') pahlawan dari Kebumen, Ayun Lestari dan pahlawan yang sibuk ngospekin maba, Arie Ferdiansyah juga pacarnya Faya Shofiyati yang udah ngeprintin surat bu doswal hiks. Dan juga pahlawan di Kosan Cantik yang udah ngasih amplop beserta alamat bu doswal, Elisabeth Kezia, pahlawan inspirasi surat yang senasib, Faris Ksatrianto. Terima kasih juga Fadhil kalo nggak ngasih nomor perpus, nggak dapet nomor fakultas deh. Kalian luar biasa!!! Tau nggak? Rasanya kayak diajak balikan sama mantan tersayang terus diajak nikah dan hidup bahagia selamanya. Lebay sih, itu mah bahagia ngets. Maafin Laras ya, dan terima kasih banyak sumpah deh. Nggak tau kalo nggak ada kalian. Semangat Jogja!!!

Hm pesan buat kalian para mahasiswa. Jangan lupa bayar SOP kalo nggak mau ribet, galau, pucing, pecah pala, ngiler sedih. Then... Thanks God It's Friday.

Wednesday, June 19, 2013

Peralihan

Hai. Sebulan lebih nggak ngepost, kangen. Ya sebenernya masih peralihan dan masih bingung apa yang harus diceritain. Karena terlalu banyak cerita dan hari-hari. Banyak cerita yang nggak mau diungkit. Banyak cerita yang terlalu mengganjal. Banyak cerita yang susah diungkapkan. Banyak hari-hari yang mau dilupain, tapi banyak hari-hari yang mau dikenang. Banyak hari-hari yang terlalu melelahkan untuk menjadi sekedar cerita. Lalu jadi apa? Terlalu banyak terlambat. Terlambat untuk diselesaikan, terlambat untuk diperjuangkan. Selesai sekarang. Apa sih yang dipikirin?

Bersyukur dan ya sudah lakoni saja yang sudah tersedia. Pertahankan yang patut dan tinggalkan yang tidak pantas.

Ya itu dulu saja, besok ujian harus pindah fokus dulu. Sampai jumpa, Sparkles! Hihu

Tuesday, December 25, 2012

We Wish You

Merry Christmas to all people.
Hope Santa will give you a gift for those kids who do their good.

It's rainy day. I'm at home. Real home. Celebrate Jesus's birthday with my whole family. Have some pictures and Dad always busy with his stuff at church.

It's not enough for me. I lose my dog. When my mom told me, I was coming to my dog's house. She's died, from October and she is Kelung. My sweety dog. Mom hugged me. She cried too, and told me that I still have Kelung's puppies. Keling too. But like Maul ever said. LIFE MUST GO ON. Thank you :)



Happy Xmas to you all. And hope you happy there, Kelung.

Saturday, December 22, 2012

Simpanan.

Sebenarnya........ Simpanan. YA ini adalah tulisan simpanan. Simpananku selalu berupa tulisan.

Ini adalah tulisan tentang sesuatu yang kusimpan pula. Segala cerita yang tersimpan, aku kubur dalam-dalam untuk menjaga perasaan banyak orang. Tulisan yang tertuju untuk banyak orang. Tulisan yang aku persembahkan untukmu, Teman-Teman Dekat Pacarku, Wanita. Hal yang harus teman-temanmu tahu.

Pertama. Aku berusaha untuk menyukai kalian.
Astaga, ya Tuhan. Aku serius, aku berusaha dengan keras untuk menyukai kalian. Membuat diriku sendiri nyaman apabila Ia ada di dekat kalian. Bercanda bersama dan mengacuhkan pesan di handphonenya dariku.
Demi Tuhan aku berusaha. Aku tau dia akan mencarimu untuk sekedar menyapa atau bercanda bahkan bercerita tentang masalah kami. Mungkin kalian juga orang pertama yang mengetahui kebahagiaannya. Tapi tolong kalian mengerti kan? Aku bisa cemburu. Ya, aku berusaha keras untuk menjadi teman kalian juga. Kalian suka apa? Fashion? One Direction? Gosip? Sumpah aku juga suka kok. Yuk berteman, tolong. Karena aku menyayangi Dia dan kalian juga menyayangi Dia kan sebagai temannya? Tapi dalam kapasitas yang besar di hatiku... Aku lebih ingin kalian menyukaiku...

Kedua. Aku tau kalian kuncinya.
Jika Dia tidak memiliki saudara perempuan, Dia akan paling dekat dengan perempuan yang mengenalnya luar dalam. Entah aku pacarnya, atau kalian yang teman dekatnya. Tentang masalah yang dialaminya pasti diceritakannya. Ya kalian kuncinya, kalian akan tau keadaan terbarunya. Temen laki-lakinya? Aku nggak yakin kalo mereka nyariin solusi, tapi kalo kalian aku rasa iya. Kalo kalian tidak begitu, dengan sigap Dia akan tetap membela kalian.

Ketiga. Kalian akan berada di sini, di sana, di lingkupnya, lama setelah aku pergi.
Jika hubungan ini tidak berhasil, kalian akan berada di sini lama setelah aku pergi. Itu adalah kebenaran, tak terbantahkan. Kalian menang, akan selalu menang. Ya buatlah Dia selalu tersenyum dan aku akan berterima kasih. Aku tidak bisa kembali dalam waktu dekat jika saja nanti Dia butuh teman cerita, ya aku akan mengumpulkan perih ini bertahun-tahun dan memeluk Dia dari kejauhan. Jika aku tanya kalian, kalian punya masa depan, tetapi kalian memiliki masa lalu jadi mana yang menurut kalian yang lebih kuat? Memori kan? Selalu teringat. 

Keempat. Aku harap kalian mengerti aku sebagai sesama perempuan.
Kita semua tau Dia dengan baik. Kita tahu kebiasaan aneh dan bodohnya. Kita sama-sama tau Dia adalah orang yang mudah panik, Dia adalah orang yang tidak ingin dipandang buruk. Terlalu sungkan. Kita. Perempuan dengan perempuan, mari kita menghapus pandangan bahwa perlu ada persaingan antara kita. Tolong maklumilah, aku bisa terlalu sakit jika kalian terlalu akrab dengan Dia. Hati perempuan, terlalu peka.

Kelima. Dia menyayangi kalian. Dia mencintaiku. Sekarang, aku ingin kita juga begitu.
Ya. Itu.

Sunday, November 18, 2012

Libraku

Disamper Libraku yang ganteng-ganteng itu rasanya, kangeeeeeeeeeeen! Kurang ibu lagi. Makan kocak di hotel, beli baju baru dan donat enak! Ditambahin uang jajan sampe uang kost balik lagi hahahaha! SENENG! Hotel, adem kan terus cerita-cerita tentang rumah. Pagi-pagi nonton film anjing Beethoven 2. Terus cerita tentang anjing-anjingku yang di Jakarta. Kata bapak si puppies itu udeh pada bongsor! Pada bandel! Kangen! Tapi sayang cuma sehari tapi tetep bersyukur :)

My Bro and Dad :D

Friday, September 28, 2012

Pertama 'Asyik' di Farmasi

Bener sih kata Aisha—temen gua di Farmasi Unair, praktikum Preskripsi bakalan asyik dan keren abis. Tadi gua pertama kalinya bikin sediaan pulveres (sebuk terbagi) bentuknya puyer dan pulvis (serbuk tidak terbagi) bentuknya bedak tabur. Tampilannya sih keren banget, berasa udah jadi apoteker. Tapi ya capeknya dapet banget. Semua praktikum harus bisa bedain mana yang harus digerus, dicampur, dikalibrasi, ditara dan kawannya. Bisa buat belajar teliti sih. Tapi lagi..... ya gua masih punya harapan banyak sama cita-cita gua, Arsitek. Dan mulai malam ini kayaknya gua harus belajar ikhlas, bersyukur dan nyoba mengubur impian gua dalam-dalam supaya nggak bikin galau gua tiap mau berangkat ke kampus yang nggak ada bidang tekniknya sama sekali. Belajar untuk cinta sama bidang obat ini masih usaha gua sampe detik ini. Bukan mau gua untuk berada di sini. Tuhan yang mau, gua harus iya. Sekali lagi, selamat Laras kamu berhasil menjalani awal menjadi apoteker—jelas bukan arsitek. Sekian.

Pulvis & Pulveres

Tuesday, July 3, 2012

Dear God,

Dear God,

I need one and I've found one. Then I try to be loyal and keep that one all the time as good as I can. I'd do anything for that one. I solved every problems in past. I hold that one tight. I bring it everywhere I go. I remember it everyday I walk. I dream it every my sleep. I never felt this way before. It is the most amazing than before. More memorable.

I'm happy to share it to my friends. I'm happy to have it. I call it love.

But all was in vain where it and I are different.

I just wanna ask why? Why? Why it is so serious? Why it is so complicated? Why this case happens to me? Why it happens when I've tried hard to get and keep it? Why do you do this to me? Why it happens where I've felt that it is the best and the last? Sorry for complaining, God. I'm feeling real sorry, God.

Friday, March 16, 2012

Mom Comes To Surabaya!

Bloggers! 3 hari dari Selasa kemaren IBURKUSAYANG nyamper ke Surabaya loh! Wah senengnya ampun-ampun deh dibawain donat banyak, dibawain baju baru, pindah kamar kost wahaha makmur dan makan gratis tanpa menggunakan uang bulanan, ahaaaay! Pastinya uang jajan tambahan.

Terusnya cerita-cerita, gokil-gokilan, nginep di penginapan yang ada AC-nya hahaha sumpah ya bahagia. Foto-foto juga, ah kangen banget deh sumpah ya. Terus kita sms-sms BABANGSUPERJAGOAN yang sendirian di Jakarta dan mengerjakan kegiatan rapat lalalala, kita juga sms-sms MAMASNDAYU yang ngekost di Bogor. Hahahaha seneng banget apalagi kalo nanti Paskah bisa ngumpul berempat :’) semoga gua ada waktu dan bisa ke Jakarta.

Gua beli kaos baru, dibuatin susu milo tiap pagi, dipeluk pas bobo, ditungguin pas pulang kuliah ah sumpah IBURTHEBEST parrrrah! Tapi tadi pagi Ibur udah balik lagi ke Jakarta, sedih tapi dipikir kasian juga sih kalo Ibu lama di sini, Bapak gua sama siapa masa bikin sarapan sendiri sedih amat kayak tentara lagi perang aja.


 

Hmmmm, ngantuk juga nih mau bobo siang dulu ya, see you soon, ‘HOME’!
Life Quotes, Life Quotes Images, Life Sayings