Glad to see you here, enjoy it! Thank you.
My photo
Jakarta, Indonesia
I'm not good at saying so I’m writing.
Showing posts with label Kata. Show all posts
Showing posts with label Kata. Show all posts

Thursday, May 31, 2018

Tulisan Malam

"Pasangan yang mengalami pertengkaran hebat dan tetap kuat menjalaninya, itu pertanda mereka memang sedang jatuh cinta."

Begitu katanya.
Apa memang benar selalu seperti itu?

Ya, mungkin.

Ada pembahasan yang membuat otakku lebih berpikir,
ada penjelasan yang benar-benar harus kudengarkan,
ada hal yang menjadi bagian hidupku meski tidak kusukai,
ada pelajaran yang bekerja untuk mendewasakan,

dan ba...bi...bu... lain sebagainya yang harus dipertimbangkan.

Pertengkaran tidak melulu soal rasa benci.
Iya, tidak selalu mengenai ketidaksukaan.

Terkadang, Ia menguatkanmu,
juga memantapkanmu.

Sunday, November 19, 2017

Jogja hari ini

Setiap hari, hujan terus terjun, pecah di permukaan tanah.
Ah, udara pagi mendinginkan pipiku.
Lalu perlahan siang menyusup,
tidak sedikitpun terik.
Langit sore berwarna nila dan jingga telah singgah,
membuat ingin terus melamunkannya dan menunda esok datang,
dahiku mengernyit, astaga masih satu minggu lagi.
Mulai kelabu dan malam bertahta.

Hujan rindu.

Wednesday, July 19, 2017

Sekolah lagi? Mengapa tidak?


Pertamanya bingung, mau login saja gemeteran. Kemudian... Terima kasih, Tuhan! Tiket masuk Program Magister sudah di tangan. Tiada henti saya ucapkan syukur kepada-Mu atas restu yang diberikan untuk dapat sekolah lagi.

Gampang.
Banyak orang bilang "Ah S2 di sana gampang, temenku modal duit juga bisa", "Gampang S2 di sana syaratnya formalitas" dan lain sebagainya. Mungkin ada benarnya, saya tidak tau. Mungkin bagi kebanyakan orang memang gampang, tetapi belum tentu bagi saya. Kemampuan seseorang dalam menerima suatu permasalahan itu tidak sama. Saya mengikuti prosedur umum seperti calon mahasiswa lainnya. Sebenarnya gampang itu ketika saya bisa saja minta tolong seseorang untuk langsung menerima saya tanpa syarat, hahahahaha saya tidak seputus asa itu. Ketika saya sudah berniat, pasti saya perjuangkan.

Gampang.
Kalau memang masuknya gampang, apa iya lulusnya gampang? Kalau kita tidak menikmatinya, apa iya gampang? Satu-satunya statement 'gampang' yang bisa saya terima dari senior saya adalah "Kalo seneng ngejalaninnya, asik-asik aja, gampang kok". Sebulan lebih menunggu pengumuman yang diundur dua kali, astaga... menikmati haripun tidak segampang itu. Tidak bisa tidur sampai ajakan sahur, saat tertidur malah memimpikan gunung meletus. Pernah mendengar kalimat bijak 'Semua telah diketahui kecuali cara untuk bertahan hidup'? 

Saya bukan orang yang biasa mendapatkan sesuatu secara gampang. Kalau kalian (ingin) tau, perjalanan saya selama 24 tahun ini ya gitu. Benar, orang lain hanya mengomentari hasil tanpa peduli prosesnya. Memang, tidak ada kewajiban bagi mereka untuk mengetahui apa yang terjadi dengan hidup saya karena 'tugas' mereka hanyalah menilai dari apa yang dilihat.

Orang lain tidak tau (mungkin tidak ingin tau juga) usaha saya bolak-balik Jakarta dan Jogjakarta yang cukup menguras tenaga dan uang. Mereka hanya tau saya kesana-kemari hanya untuk bervakansi. Orang lain tidak tau (mungkin tidak ingin tau juga) berapa kali saya gagal dan menghabiskan lumayan biaya hanya demi mengulang tes persyaratan masuk S2. Mereka hanya tau kalau kerjaan saya guling-guling di atas kasur setiap hari, ya mungkin memang juga hehehe. Orang lain tidak tau (mungkin tidak ingin tau juga) apa alasan saya berlama-lama di Jogjakarta. Mereka hanya tau saya sebagai pengangguran yang tidak berusaha apa-apa. Mereka tidak tau berapa buku yang saya pakai untuk latihan, waktu berapa kali berapa puluh menit yang saya habiskan untuk mengerjakan berbagai jenis soal, bagaimana perasaan orang tua dan mas saya yang dikorbankan demi melampiaskan amarah saya. Orang lain hanya tau kalau hidup saya selama ini enak-enak saja. 

Orang lain hanya tau keluarga saya 'mampu' menyekolahkan anak-anaknya dengan biaya mandiri. Mereka tidak tau kami pernah ditolak di sekolah swasta karena tidak dapat membayar uang pangkal. Orang lain hanya tau keluarga saya 'mampu' untuk membeli tiket perjalanan berkali-kali. Mereka tidak tau kami berkali-kali jalan kaki entah karena angkot mogok beroperasi atau karena dirasa tidak begitu perlu menggunakan kendaraan. Orang lain hanya tau keluarga saya 'mampu' untuk membantu yang kesusahan. Mereka tidak tau bahwa kami bukan yang berkelimpahan harta sampai bingung menghabiskannya tetapi kami tau rasanya ditolong dan tidak ditolong. 

Beasiswa? Saya merasa tidak cukup pantas untuk mendapatkannya. Bukan saya sombong, saya ingin tapi saya tau batas kemampuan saya. Saya juga sebenarnya tidak bodoh, pas-pasan. Akademik saya pas-pasan kok, percaya diri saya juga pas-pasan. Waktu SD dan SMP hanya berantusias ketika jam pelajaran bahasa, kesenian atau olahraga. Saya benci matematika. Waktu SMA saya mulai suka mata pelajaran Kimia dan masuk jurusan IPA meskipun saya juga tidak katam sekali. Sampai akhirnya saya 'kecemplung' dan harus berenang di pendidikan apoteker dari nilai jeblok sampai tertarik melanjutkannya.

Kembali ke fokus awal. Sekolah lagi? Mengapa tidak?

Sebenarnya alasan saya memutuskan untuk sekolah lagi (di sana) bukan itu, bukan karena yang katanya gampang. Alasan saya yang pertama adalah karena bapak ibu. Kota ini menyatukan kami, bapak dan mas melanjutkan sekolah di sini. Diputuskan mengontrak rumah di sini, masa iya ngekost sendiri-sendiri? Mau tidak mau, ibu sibuk bolak-balik. Orang lain tidak tau betapa pusingnya mengontrol dua rumah. Mereka tidak tau betapa kerasnya usaha orang tua saya yang tetap bekerja sembari menyelesaikan studi setelah masa pensiunnya, begadang terkantuk-kantuk lewat tengah malam untuk saling menemani. Dengan usia mereka yang semakin bertambah, kesehatan yang kadang terganggu karena kelelahan, saya sangat ingin membantu keluarga ini yang Puji Tuhan selalu dicukupkan. Tetapi? Bapak ibu masih ingin kami (saya dan mas) untuk sekolah lagi sebelum berkarir. Ini saatnya bapak ibu menikmati hasil jerih payah mereka. Bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai jenjang yang tinggi, kalau bisa lebih tinggi lagi. Kata bapak, pendidikan kami itu penting agar bisa survive di dunia yang terus berkembang. Bapak ibu ingin anak-anaknya berhasil, 'naik kelas'. Selagi mampu mendanai, sekolah lagi, mengapa tidak? 

Setelah mendaftar, awalnya saya takut. Saya kurang yakin dengan kemampuan saya sendiri. Tetapi teman saya sewaktu kuliah bilang "Ngapain takut, Ras? Kan udah usaha tinggal berdoa aja. Keputusanmu buat lanjut kuliah itu udah nunjukkin kalo kamu berani". Menurut saya itu keren sekali, membuat semangat saya meluap untuk selalu berpikiran positif, saya bisa.

Alasan saya berikutnya, yang baru-baru ini terlintas adalah karena saya perempuan. Saya ingin pendidikan saya tinggi dan tidak dipandang sebelah mata. Saya ingin memiliki bekal bakal pekerjaan saya nanti dan bermanfaat meskipun hanya sebesar biji sesawi. Saya ingin membawa pengaruh yang baik bagi banyak orang. Saya ingin membanggakan orang-orang yang telah memberikan restu dan dukungan pada saya. Memang pengalaman saya sangatlah kalah dibanding teman-teman yang sudah memiliki penghasilan, saya bangga pada mereka tentu saja. Jujur, saya juga ingin seperti mereka. Tetapi saya harus bisa melakukan hal lain. Ibu bilang bahwa berbeda tidak selalu buruk, seperti anak panah, tidak apa sedikit lebih mundur agar dapat melaju lebih cepat. Ada benarnya, kalau saya memutuskan untuk bekerja dahulu, bisa saja saya terlalu asik berpenghasilan dan tidak mau lanjut sekolah padahal banyak orang yang ingin memiliki peluang seperti saya, mengapa saya harus tidak mau? Pada era global ini, persaingan (sehat) perlu kan? Kalau orang bisa bekerja saat ini, mengapa saya tidak bisa sekolah pada kesempatan ini? Toh, pada akhirnya kami bermutualisme, bertukar ilmu itu baik, bukan? Masalah karir kami pasti ada masanya, ada waktunya. Tuhan sudah siapkan 'jatah' kami. Saya yakin Tuhan tidak pernah terlalu cepat atau terlalu lambat. 

Ya... berpanjang lebarpun orang tidak peduli. Terkadang kita perlu menutup telinga untuk bisa mendengarkan apa kata hati sendiri, biarlah pilihan kita yang menentukan hidup kita. Seperti nasihat yang tante saya berikan, tetapi Tuhanlah pemilik segala ilmu sehingga doa, belajar dan kerja keras yang menjadi strategi untuk mencapai harapan yang sesuai dengan keinginan. 

Sekian.

Friday, March 18, 2016

Maret.

Bulan ini.

Saya diajarkan untuk semakin dewasa.
Saya diajarkan untuk semakin kuat.
Saya diajarkan untuk bisa mengambil keputusan dengan cepat.
Saya diizinkan belajar di ibukota.
Saya berada di rumah saya yang sesungguhnya.

Ibu datang dari tengah, begitupun bapak di kemudian hari.
Malam itu penuh bintang bagi banyak orang, tetapi tetap gelap bagi saya.
Kedua orang tua saya yang tidak seperkasa dulu.
Kedua orang tua saya yang sekarang lebih butuh saya.
Kedua orang tua saya yang selalu saya cintai.

Segala kesulitan yang keluarga saya dapatkan,
segala cobaan yang keluarga saya dapatkan,
kata bapak harus dijalani,
kata ibu harus disyukuri.

Hentakkan tanah mengajarkan bahwa kami saling membutuhkan.
Tamparan angin mengajarkan bahwa kami butuh lebih dekat.
Putaran bumi mengajarkan bahwa waktu bersama harus lebih banyak.
Sudah terlalu lama berpencar, sudah terlalu lama sibuk sendiri.

Indahnya beriringan.
Indahnya saling melengkapi.
Indahnya hangat pelukan keluarga.
Indahnya bisa merasakan cinta.

Tuhan, berkatilah.
Lekas sembuh ya, Pak!
Jaga kesehatan ya, Pak, Bu, Mas!

Wednesday, June 3, 2015

Apa Lagi?

Re-blog dari Handayani Kesumadewi.

"Pembelaan diri dan pembenaranmu yang mana yang tidak aku terima.
Alasan kosongmu yang mana yang tidak aku sepakati.
Kebohonganmu yang mana yang tidak aku iyakan.
Kesalahanmu yang mana yang tidak aku maklumi.
Kekuranganmu yang mana yang tidak aku terima. 
Dikutip dari tweet @benzbara_"

Monday, February 16, 2015

Doa Seorang Calon Farmasis yang Bercita-Cita Lain

Terima kasih, Tuhan. Sore ini aku masih bisa menyapa Engkau. Terima kasih atas senyum yang masih dapat aku sunggingkan pada hari ini. Rasa syukur ini begitu melegakan. 

Sabarkanlah hamba, Tuhan. Sedikit lagi. Jangan sampai aku mengecewakan banyak orang. Sudah terlalu berat aku umpat perasaan tidak tahan ini, Tuhan. Sudah aku tahan rasa muak ini, Tuhan. Hanya untuk orang tuaku, kakakku, orang-orang yang percaya padaku. 

Kuliah di sana, di kota rantau yang tidak pernah ada dalam cita-cita dan mimpiku. Yang bukan Arsitek, yang bukan teknik dan yang bukan andaiku. Sama sekali. Kuatkanlah, Tuhan. Lancarkanlah sampai seselesainya tugasku di fakultas itu.

Aku mohon siraman dari-Mu, Tuhan. Lebih banyak lagi agar aku semakin tegar, semakin kuat dengan cercaan dengan sindiran sekiranya aku belum becus membantu rekanku di laboratorium, semakin tangguh dengan sinisan sekiranya aku kurang pintar menjawab semua kasus di ruang kelas. Aku hanya bisa mendoakan mereka agar mereka memaafkan dan memaklumi apa yang terjadi padaku selama jauh dari rumah, seperti Engkau Yang Maha Pengasih dan Maha Baik bagiku. Ampuni hamba-Mu yang egois ini. 

Tuhan, beberapa langkah lagi. Aku mohon penyertaan-Mu. Berikan aku kawanan domba-Mu untuk mendampingi kegiatanku dalam perjuangan hidupku menuju membahagiakan orang-orang yang sangat aku kasihi. Akan ikhlas aku jalani ini, Tuhan. Amin

Thursday, February 12, 2015

Spasi


Aku benar, jatuh cinta pada pernyataan di atas. 

Spasi

Kata yang menciptakan ragu dan takutku selama ini. Namun satu kata ini pula yang mematahkannya.

Satu kata yang diulas menjadi ungkapan.
Satu kata yang dibeber menjadi alasan. 
Satu kata yang dijabar menjadi kekuatan. 
Satu kata yang digelar menjadi perasaan.

Ya sebut saja itu dengan jeda atau jarak atau mungkin ruang, katanya.

Semakin digenggam semakin hilang bukan?
Kita. Butuh rongga, butuh udara.
Biar saja kita terlentang, memandang langit yang tersebar bintang.
Karena, tidak! Aku tidak mau kamu hilang.

Aku akan belajar memahami jeda ini. 
Aku akan belajar mengakui jarak ini. 
Aku akan belajar menghargai ruang ini.
Aku akan belajar mencintainya di dalam spasi.

Adakalanya kini aku sadar, betapa manisnya saling membangun rasa di 'antara'. Ya memang seharusnya begitu.

Hal ketiga, bukan orang ketiga.
Aku, kamu dan cinta di antaranya.

Kita di dalam spasi. 
Jakarta - Bontang.

Aku rindu kamu.

Monday, September 29, 2014

Fall

Wait is not always bad.
I didn't find him. He didn't find me.
I just let us to find each other.
We met.
Actually, God lets us.
I did wait, for sure.

He said that we do not fall in love, we build it.
You're always right, dear.
But do you agree with me?
Laugh at silly things, look in the eyes, believe.
We're really fall in love.
We do not force ourselves to fall, we just fall.

Tuesday, May 13, 2014

Iburku


Kamu tau artinya teman?
Kamu tau apa artinya sahabat?
Kamu tau bagaimana malaikat menjelma?
Kamu tau bagaimana Tuhan mengirimkan bidadarinya ke Bumi?
Kamu tau bagaimana rasanya disayangi?
Kamu tau bagaimana rasanya semua hal baik ada di sekelilingmu?

Buatku, semua rasa itu ada saat Ibu mulai mengandungku dan sampai sekarang tetap sabar memantauku dengan segala perkataannya. Semua hal indah yang aku pandang, sudah menjadi satu dalam sosoknya. Aku sayang Ibu :-)

Monday, April 21, 2014

Hari Kartini 2014

Yang kemarin dibuat pelajaran saja. Setiap harinya kita memang perlu belajar ikhlas supaya setiap harinya kita menjadi orang yang kuat mentalnya. Perempuan yang kuat hatinya. Bersyukur. Bersyukur. 

Selamat Hari Kartini, 
Untuk semua perempuan-perempuan Indonesia. 

Milikilah jiwa perempuan yang mahal bahkan hingga tak terbilang harganya. 
Milikilah semangat yang tangguh. 
Jadilah perempuan-perempuan cantik yang patut dihargai. 
Jadilah makhluk Tuhan yang paling seksi, dengan kepandaianmu, kesantunanmu, kesopananmu, keramahanmu dan baik-baikmu. 

Dan bagi semua laki-laki, buatlah perempuan-perempuanmu merasa dicintai, hargailah mereka karena itu akan membuatmu mendapatkannya pula.

Dedikasiku, untuk semua perempuan-perempuan Indonesia yang hebat!

Friday, March 14, 2014

Jika Tuhan, jika...

Tuhan,
Jika Tuhan punya blog, apa Tuhan akan membuka blogku?

Tuhan,
Jika Tuhan punya blog, apa Tuhan akan membaca postinganku?

Tuhan,
Jika Tuhan punya blog, apa Tuhan akan tetap menjadi pendengar doaku?

Tuhan,
Jika Tuhan punya blog, apa Tuhan akan mengomentari segala keluhku?


Tuhan...
Engkau tahu semua tentangku, semua ceritaku
Engkau tahu apa yang sudah dan akan kulakukan
Tanpa harus aku rincikan, Kau paham

Tuhan, jika masih berkenan aku mendoakan hal yang sama, dengarkanlah. Berikan aku jalan-Mu. Rencana-Mu sungguh besar untukku, aku yakin, sangat yakin. Aku tahu segala yang Kau pilih untukku itu baik untukku, sungguh baik.

Tuhan, jika memang bukan dia, biarkan aku tetap memiliki rasa ini. Meskipun terlalu banyak indahnya, aku akan selalu mensyukuri itu. Akan selalu. Segala perumpamaan manis dari-Mu.

Tuhan, jika memang dia, aku akan terus berdoa. Berlutut di depan salib suci-Mu dalam tahta kerajaan-Mu di Surga. Jika dia juga menginginkanku, kupastikan dia bersyukur menyembah-Mu di atas kain sajadah dan memuja kesucian-Mu, Tuhan.

Tuhan tahu apa yang aku rasakan, yang aku takutkan. Ketika semua ketakutanku datang, Tuhan tetap menopang. Aku tahu Tuhan tidak hilang, Tuhan selalu menjadi penerang.

Tuhan, jika Tuhan itu satu apakah Tuhan adalah Tuhan dia juga? Apa yang membuat banyak teori menjelaskan bahwa Tuhanku dan Tuhannya berbeda? Jika kita yang tidak sama, lantas apa yang membedakan?

Jangan lupa sholat Jumat ya.

God, If I may to love someone to feel this life ever after, I’ve said his name in my pray and You always hear. And if it’s not said, You always know.

Saturday, March 30, 2013

A Soldier's Winter

Based on a soldier's letter to his daughter. After the atrocities witnessed at several places Hiroshima, Vietnam, Iraq, it is warning to the future not to allow the current world to continue in it's manner.

A Soldier's Winter

The day before it wasn't snowing.
After amber suns made our Earth now glowing.

The trees are strangers, leering, disapproving 
In the ash of winter, are minds are now moving

My world, my life, my wandering path.
It seems not God, but man's own wrath.

I pray God's eyes may us once again, 
Gaze upon us at our end.

We will rebuild, we will renew,
From a world of greed and lust that left so few.

Remind me that I am still his child.
And provide us with your mercy mild.

I love you, Dad. My forever soldier on my deepest heart.

Saturday, December 22, 2012

Simpanan.

Sebenarnya........ Simpanan. YA ini adalah tulisan simpanan. Simpananku selalu berupa tulisan.

Ini adalah tulisan tentang sesuatu yang kusimpan pula. Segala cerita yang tersimpan, aku kubur dalam-dalam untuk menjaga perasaan banyak orang. Tulisan yang tertuju untuk banyak orang. Tulisan yang aku persembahkan untukmu, Teman-Teman Dekat Pacarku, Wanita. Hal yang harus teman-temanmu tahu.

Pertama. Aku berusaha untuk menyukai kalian.
Astaga, ya Tuhan. Aku serius, aku berusaha dengan keras untuk menyukai kalian. Membuat diriku sendiri nyaman apabila Ia ada di dekat kalian. Bercanda bersama dan mengacuhkan pesan di handphonenya dariku.
Demi Tuhan aku berusaha. Aku tau dia akan mencarimu untuk sekedar menyapa atau bercanda bahkan bercerita tentang masalah kami. Mungkin kalian juga orang pertama yang mengetahui kebahagiaannya. Tapi tolong kalian mengerti kan? Aku bisa cemburu. Ya, aku berusaha keras untuk menjadi teman kalian juga. Kalian suka apa? Fashion? One Direction? Gosip? Sumpah aku juga suka kok. Yuk berteman, tolong. Karena aku menyayangi Dia dan kalian juga menyayangi Dia kan sebagai temannya? Tapi dalam kapasitas yang besar di hatiku... Aku lebih ingin kalian menyukaiku...

Kedua. Aku tau kalian kuncinya.
Jika Dia tidak memiliki saudara perempuan, Dia akan paling dekat dengan perempuan yang mengenalnya luar dalam. Entah aku pacarnya, atau kalian yang teman dekatnya. Tentang masalah yang dialaminya pasti diceritakannya. Ya kalian kuncinya, kalian akan tau keadaan terbarunya. Temen laki-lakinya? Aku nggak yakin kalo mereka nyariin solusi, tapi kalo kalian aku rasa iya. Kalo kalian tidak begitu, dengan sigap Dia akan tetap membela kalian.

Ketiga. Kalian akan berada di sini, di sana, di lingkupnya, lama setelah aku pergi.
Jika hubungan ini tidak berhasil, kalian akan berada di sini lama setelah aku pergi. Itu adalah kebenaran, tak terbantahkan. Kalian menang, akan selalu menang. Ya buatlah Dia selalu tersenyum dan aku akan berterima kasih. Aku tidak bisa kembali dalam waktu dekat jika saja nanti Dia butuh teman cerita, ya aku akan mengumpulkan perih ini bertahun-tahun dan memeluk Dia dari kejauhan. Jika aku tanya kalian, kalian punya masa depan, tetapi kalian memiliki masa lalu jadi mana yang menurut kalian yang lebih kuat? Memori kan? Selalu teringat. 

Keempat. Aku harap kalian mengerti aku sebagai sesama perempuan.
Kita semua tau Dia dengan baik. Kita tahu kebiasaan aneh dan bodohnya. Kita sama-sama tau Dia adalah orang yang mudah panik, Dia adalah orang yang tidak ingin dipandang buruk. Terlalu sungkan. Kita. Perempuan dengan perempuan, mari kita menghapus pandangan bahwa perlu ada persaingan antara kita. Tolong maklumilah, aku bisa terlalu sakit jika kalian terlalu akrab dengan Dia. Hati perempuan, terlalu peka.

Kelima. Dia menyayangi kalian. Dia mencintaiku. Sekarang, aku ingin kita juga begitu.
Ya. Itu.

Sunday, November 4, 2012

Apa Pernah?

Apa pernah kamu berani,
mengambil resiko besar, untuk menjagaku?
Apa pernah kamu berfikir,
di mana aku akan selalu berdiri menunggumu?

Apa pernah kamu ingin,
merasakan ketakutanku,
merasakan kesedihanku,
merasakan kehancuranku,
ketika aku kehilanganmu?

Apa pernah kamu rindu,
ketika aku hanya berdiri satu langkah di depanmu,
ketika aku berada jauh darimu,
bahkan ketika kamu tidak melihatku lagi?

Apa pernah kamu ingin,
memilikiku, menyimpan bahagiaku, sejuta senyumku,
yang ada hanya dengan menatap matamu saja?

Apa pernah?

Saturday, September 15, 2012

Tolong, jangan.

Jangan paksa aku untuk membenci,
berlari,
pergi darimu.

Jangan paksa aku untuk marah,
gerah,
pasrah karenamu.

Kamu memang lelahku yang tak membuatku menyerah, biarkan sabarku bertahta.
Kamu memang peningku yang tak membuatku berpaling, biarkan usahaku menjadi.

Jadi tolong, jangan.
Jangan memaksaku dan jangan ragukan.

Friday, May 25, 2012

Kau Membawa Perubahan Besar!

Kau membawa perubahan besar!

Ketika kau datang memintaku malam itu
Ketika kau ingin aku selalu ada
Hari-hari berikutnya pun kian berwarna

Semakin hari semakin lekat
Semakin hari semakin kuat
Perasaan ini, keadaan ini

Kau mengajarkanku kesederhanaan
Kau beri tahu aku arti senyuman
Kau dampingiku tiap langkah ke depan

Semangatku tak pernah memuai
Ambisiku tak sedikit pun menguap
Untuk menyusun masa depan, menggapai asa

Tangan ini semakin lihai menggenggam
Hati ini semakin kuat merasa
Cinta ini kian merasuk

Kau membawa perubahan besar!

Bahkan ketika kau pergi malam itu
Memintaku untuk berjalan sendiri
Memilih hati untuk tak terbendung lagi

Semakin hari semakin rindu
Semakin hari semakin rapuh
Perasaan ini, keadaan ini

Kau... Alasanku.
Perubahan.

Thursday, May 17, 2012

Untukmu

Ketika kelammu telah mencapai jantung
Akankah masih kau dekapku atau menggantung?
Ketika kau tau aku masih berdiri
Akankah kau  memanggil atau berlari?

Hanya senyum yang terngiang
Nyata gelap yang terpandang
Akupun tak berani menyebutnya masa lalu
Karena aku tau itu terus ada di depanku

Semua makna mustahil mati
Takkan terlepas takkan terganti
Kamu pasti tau dan akan mengerti
Betapa lekat indah di hati

Untukmu.

Wednesday, April 18, 2012

Kita & Nanti.

Terkadang berdua tak selalu indah.
Terkadang sendiri pun tak nyaman.
Ingin kebebasan, juga ingin perlindungan.

Ya, berteman tidaklah buruk.

Salah menerka, itu kesalahanmu. Jelas.
Salah menyampaikan, itu kesalahanku. Telak.

Namun ketika nanti ada yang berbeda,
jangan pernah salahkan aku.
Jika kau merasa sendiri, kau tau aku di sini.
Jika kau merasa dirindukan, kau tau itu aku.

Tapi sederhana, aku hanya ingin kamu.
Mungkin tidak sekarang,
tapi pasti aku akan datang lagi.
Entah terasa tiba-tiba atau aku menyisipkannya, di hatimu.

Hanya aku yang tau.

Thursday, March 31, 2011

Hero

I know that I'm just a something weak. Yeah! I need a hero.
I know that I’m just a little thing to be seen. And okay! I need a hero.
I know that I’m just a stupid girl to be understood. So please! I need a hero.
I really need a hero, maybe that’s like you. Like yours.

I can find some even many special things from you.
I can find a ‘defend’ from you.
I can find a ‘care’ from you.
Dear MY REAL HERO, please stay near. Thanks :’)

- Yours

Tuesday, April 13, 2010

Looking For

So many things that still I'm looking for in this world.

A beauty
I'm looking for a place where there's a love inside

A truth
I'm looking for a truth life where there's nothing without a honesty

A justice
I'm looking for many rights of people

A loyalty
I'm looking for a person who would be here and stay close anytime

A goal
I'm looking for a reason, why do I searching it?
Life Quotes, Life Quotes Images, Life Sayings