Glad to see you here, enjoy it! Thank you.
My photo
Jakarta, Indonesia
I'm not good at saying so I’m writing.
Showing posts with label Foto. Show all posts
Showing posts with label Foto. Show all posts

Monday, May 8, 2017

24

“Cheers to myself for surviving another year! May I have many more wonderful, crazy years ahead of me! Happy Birthday, Me!“

Puji Tuhan, terima kasih atas rezeki yang masih Kau berikan untuk selalu mencukupkan saya dan keluarga, atas bertambahnya usia saya di tiap 5 Mei bersama bahagianya orang di sekitar saya khususnya tahun ini. Kiranya Tuhan selalu menjaga mereka yang tiada hari tanpa menyayangi saya.

Terakhir merayakan bersama itu waktu ulang tahun ke-17. Setelahnya, mencar merantau semuanya. Terima kasih, Babang & Ibur sudah menyempatkan sebelum ke Jakarta juga Mamas yang nemenin adeknya, mari bersyukur! Akhirnya foto bareng lagi di hari ulang tahunku πŸ˜ŠπŸ’•

Kau, yang sudah hadir tiga kali berturut-turut di tiga kota yang berbeda, Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta. Terima kasih untuk waktu yang sudah kau luangkan menujuku. Saya menyayangimu.

Monday, April 17, 2017

Selamat, Doktor!

Akhirnya.
Meski terhambat kesehatan dan 'perintah' yang hanya bisa dijawab dengan 'siap', tetap ikhlas dilaksanakan sebaik mungkin. Meski menjadi mahasiswa baru setahun lebih cepat dariku dan lulus pada tahun berikutku, tak patah asamu.

'Alon-alon asal kelakon'. Biar lambat asal selamat. Biar belakangan asal diselesaikan. Tanggung jawab itu penting.

Keadaan ini mendekatkan keluarga yang terpisah jarak, mengakrabkan keluarga yang terdidik mandiri. Tuhan tau kami saling membutuhkan, Terima kasih Tuhan.

Pelintas batas, julukan yang mereka 'titeni' untukmu. Sangat memuaskan di garis tertinggi.

Untuk apa pandai jika akhirnya menyakiti? Apa guna menjadi saintis jika tidak bisa bersosialisasi? Keseimbangan hati dan pikiran, itu kuncinya. Tak perlu berambisi untuk menjadi yang terbaik karena semuanya ada di hati.

Selamat, Doktor! Mengenai belajar tak kenal waktu, semoga selalu menginspirasi generasi mudamu.
Yang tak habis bangganya, anak gadismu.


Yogyakarta, 17 April 2017.

Saturday, April 15, 2017

Selamat 23!

Semoga berkenan, jika tidak maka belajarlah menyukai apa yang tidak kau suka. Belajarlah menerima dan bersyukurlah. Rendah hatilah selalu, apalah arti baik rupa tanpa manis hatimu.
Selamat 23 tahun, Kapten πŸ’› Tuhan berkati dengan keselamatan, kesehatan dan keberhasilan. Amin.
Tulisku, di instagram. 

12 April 2017 di Yogyakarta.
Lagi. Di tahun ketiga, aku tak dapat hadir di hari ulang tahunmu.
Maaf. Namun semua doa selalu terkirim untukmu yang sedang praktek kerja di Bogor. Semoga Tuhan selalu merestui sampai kita duduk bersebelahan, beberapa sentimeter saja.



Saturday, October 22, 2016

Kami, Laras

Larasati.

Iya itu nama kami, tepatnya nama kesukaan kami. Sungguh. Bangga menjadi anak Jawa!


Iya, postingan gua waktu SMA yang masih kurang bermutu tinggi itu yah... Tapi cukup menghibur jika kamu punya satu blog dan menjadikannya seperti buku harian, mungkin. Membuatmu mengingat yang kamu lupa dan menyimpan banyak cerita, apapun lah ya. Enggak, enggak. Mantan sudah jadi teman, tenang saja tidak perlu khawatir tentang hal seperti itu. Sudah dewasa. Kita menjalani hidup seperti semestinya kok!

Kemudian kenapa dengan Dea? Ya jadi baru bertemu lagi setelah sekian lama tidak berbincang dengan kesarapan dia yang tetap ada. Gantengnya sudah menghilang, sudah cantik dan semakin menarik. Dengan semua cerita, semua tawa, hari itu menjadi hari yang menyenangkan bagi dua Larasati yang sedang dilanda kesedihan, kerinduan dan kehausan. Haus banyak ngomong, soalnya.

Sebenernya, karena terharu melihat postingannya: Dua Laras. Baca sendiri sajalah, selain terharu gua juga ngerasa kayak diri gua terbagi dua karena saking samanya. Oh ya tanggal 20 Oktober lalu ia ulang tahun, jika kamu membaca ini, kuucapkan selamat ulang tahun bersama doa terbaik!

Iya bener,
Laras yang cengeng karena pernah patah hati, bener-bener dipatahin.
Laras yang tulus karena ikhlas memberi dan mudah sekali memaafkan.
Dan banyak... Namun semakin diasah semakin tajam, kan?
Laras semakin tangguh dan semakin 'legowo' kian hari.

Laras yang katanya ayu dengan pesona wajah Jawanya.
Laras yang katanya bisa merenyahkan suasana.
Laras yang suka bunga, ya bicara tentang apresiasi bukan perkara bunganya mati di esok hari.
Laras yang berbahagia dengan orang-orang yang menyayangi kembali.

Untuk kalian, tokoh-tokoh dalam cerita,
Terima kasih sudah membentuk kami menjadi Laras yang sekarang.
Sungguhan, terima kasih.


Salam, Laras yang selalu tersenyum.

Sunday, September 25, 2016

Kau dan S.Farm.

Pertengahan September ini kukembali ke Surabaya, persiapan untuk pindah ke Jakarta, beberes barang dan hadir di hari pentingmu. Jumat siang papa dan mama Aris datang dari Bontang di Bandara Juanda Surabaya, kujemput bersama anaknya. Pertemuan kedua dengan mereka. Pertama dikenalkan papa Aris di mall sedang dinas di Surabaya kala itu dan dengan mama Aris ketika Aris dirawat di rumah sakit Mei lalu. Memang tidak betah hanya diam, seharian kami jalan-jalan, menyenangkan.

Surabaya, 24 September 2016.
"Rasanya tidak habis-habis kuucap syukur. September ini begitu ceria, menyenangkan dan banyak menjawab semua doaku."

Sabtu pagi itu, Surabaya dingin tidak seperti biasanya. Malas mandi, padahal mau datang ke wisuda Aris. Pesanan bunga datang dari Renee Florist, white rose cantik dan baby breath yang sangat manis cocok sekali untuk wisudawanku. Senang sekali melihatnya, dari dulu. Kemudian tengah hari turun hujan, aku putus asa. Harus tetap berangkat, aku terburu-buru dan ya kukenakan baju pilihan ibu terakhir kupoles wajahku seadanya.

Terima kasih buat Andi sudah nemenin ke Airlangga Convention Center, hujan deras dengan taksi online. Maaf Aris aku datang telat ke wisudamu, macet sekali. Om tante juga sudah nelfonin berulang kali tapi apa daya tersendat di jalanan. Tapi puji Tuhan, begitu sampai langsung melihat papa mama kamu yang sumringah dan melihat kau di ujung ruangan sedang berfoto ria bersama teman-teman. Bagaimana rasanya? Lega ya, menyenangkan melihatmu tersenyum. Ah, kau tau? Kau ganteng sekali hari itu.

Puji Tuhan, resmi dan bangganya kami: saya, keluarga Aris, teman-teman dan tentunya Aris sendiri. Bagaimana tidak? Satu tugas sudah terselesaikan dengan baik. Sidang tanggal 19 Agustus kemarin, kamu tidak mau ditonton. Aku juga kebetulan yudisium untuk pendidikan apoteker yang akan kamu hadapi sebentar setelah ini. Hahaha sabar ya, Sabtu wisuda, tapi Senin sudah kuliah seperti biasa dengan penampilan baru: kemeja rapi, celana kain dan sepatu pantofel. Selamat datang calon sejawat, semangat ya dengan tantangan yang lebih memacu adrenalinmu. Aku selalu dukung.

Segera setelahnya, bermacet ria menuju studio foto, kenang-kenangan dan bukti atas pencapaian gelar barumu. Malu-malu foto bersama, karena kau memuji setelan pakaianku.



Singkat saja: Selamat, Aris Yulita Aprianto, S.Farm.!

Wednesday, September 14, 2016

Apoteker, Sungguh?

Puji Tuhan, setelah yudisium Agustus kemarin akhirnya resmi jadi apoteker. Namanya menjadi lebih panjang, tanggung jawab yang dipegang juga lebih banyak. Nggak cuma satu janji yang harus diikrarkan, beberapa janji untuk semua orang demi kualitas hidup.

Dalam nama Tuhan... S.Farm., Apt.


Terima kasih buat Bapak, yang paling tangguh di manapun Ia berada. Dengan semua posisi dan lokasi tempatnya bekerja, demi aku dan mas juga ibu, bapak rela jauh dari rumah jauh sebelum aku. Dinas di mana-mana, mudah bergaul, disiplin dan sekarang kerja di luar kota setelah pensiun. 

Terima kasih buat Ibu, yang paling kuat di manapun Ia berada. Dengan sifat keibuan dan cerianya ibu membuat semua orang senang dan paling dicari dari semua perkumpulan. Ibu yang rela capek ngurus anak-anak dan rumah selama Bapak kerja, rela jauh dari keluarga dan menunggu bang toyib, nak toyibnya pada pulang dari rantauan.

Bapak dan Ibu sangat membanggakan dan menginspirasi banyak orang. Tentu anakmu juga seperti mereka, bedanya adalah... rasa bangga mereka tidak sebesar yang aku miliki. Tuhan terima kasih, atas orang tua yang sangat kusayangi ini.

Mas Ndaru yang tidak datang karena masih studi S2, tak apa. Ketidakhadiranmu bukan berarti bahwa aku tidak ingat kakakku yang murah hati itu kan? Sampai jumpa di liburan depan ya, kalau bisa aku nyusul jadi juniormu di sana. Amin.

Aris, temanku, sahabatku, kekasih hehe... Terima kasih sudah sabar, banyaknyaaaaa sabarmu itu kena semprot sana sini. Terima kasih ya.

Teman-teman selama profesi apoteker, kegiatan kerja praktek profesi, semuanya yang tidak bisa disebutkan satu-satu, terima kasih banyak. Kakak dana adik yang mendukung selama profesi, semuanya terima kasih. Bersyukur kenal kalian.



Surabaya, 14 September 2016.
Sekian.

Tuesday, September 6, 2016

Kali Kedua

Bukan kayak lagunya mbak Raisa, kali keduanya beda lagi.

Selamat, kamu sudah dengan sabar menghadapiku selama dua tahun ini, Ris!
Sekarang tanggal 6 September 2016 yang rupanya manis sekali, kalo tahun lalu aku sendu saja ternyata di tahun kedua kamu sangat manis sekali. Kita pergi ke kafe di mana dulu pertama kali Aris bilang mau lebih dari teman entah apa maksudnya. Katanya dua tahun lalu, hari itu adalah hari yang tepat untuk mengeluarkan momentum. Terserah. 

Jadi dua tahun lalu kita sempet sampai Tanjuk Perak tepi laut ya, nyaris ke Gresik loh tanpa obrolan yang masuk akal. Entah apa yang ada di pikiran kamu. Jujur aku bingung karena nggak mau kepedean secara kan senior itu jaga sikap dong masa diajak jalan jauh sama junior aja senengnya setengah mati, nggak lah. Malah takut diculik.

Jadi, terima kasih untuk hari ini kamu lucu sekali. Terima kasih untuk dua tahun lalu, setahun lalu, tidak hanya itu, terima kasih untuk hari-hari sebelumnya dan setiap harinya. Terima kasih Tuhan sudah menciptakannya dari rahim ibunya yang penyayang, dari ayahnya yang lembut hatinya. Tante terima kasih sudah melahirkan Aris meskipun kadang cueknya ampun-ampun, Laras suka nggak sanggup. Angkat tangan deh, ampun om anaknya dikasih apaan. Ris, ku yawyaw kamu ya! Ehehe...

September 2014
September 2016

Monday, May 16, 2016

Selamat Ulang Tahun, Kita! (2)

Kalo di posting-an sebelumnya yaitu Selamat Ulang Tahun, Kita! tentang ulang tahun Aris, sekarang di bagian kedua kita masuk ke Bulan Mei, bulannya aku.

5 Mei 2016.
HARI ULANG TAHUN LARAS.

Berantem melulu nggak karuan, dua bulan lebih nggak ketemu. Apalah arti kata rindu apabila tidak bertemu? Aris ngelab terus seharian, kalo di kampus nggak pernah ngabarin. Sekalinya ngabarin cuma nyapa "Laras". Terus kenapa? Ya ngambeklah gua, gua berenti ngasih kabar dan nggak dicariin. Dua hari gua diemin, geram, yaudah. Terserah, mau alesan "Aku nggak mau ganggu kamu PKPA" lah, "Aku nggak mau ganggu kamu istirahat" lah. Bodo.

Tanggal 2-6 Mei, PKPA libur, long weekend. Aslinya sih udah selesai, tapi diperpanjang jadi masuk lagi tanggal 9 Mei. Sempet mau ikut bapak ibu ke Pontianak tapi nggak jadi karena perpanjangan PKPA yang ternyata baru minggu depannya. Oke gpp (kzl). Sebenernya nggak mikirin ulang tahun banget secara udah gede. Ucapan buat apa sih kalo tanpa kehadiran, ya nggak? Asique.

Rabu. Main-main sama Arie si jambul wudpeker dari Bekasi yang berkunjung dan Ayun Yoan yang masih tersisa di kos Arafuru. Nggak pake kode lagi, langsung minta bikinin kue oreo cheesecake ala Arie yang endes banget buat hari H nanti. Ayun juga nawarin buat mengabulkan seluruh permintaan gua, bukan main percaya diri. Aku santai, sembari membalas chat Aris yang sepertinya lagi chat-chatan licik sama Ayun. Pernah, salah kirim yaudahlah terserah gua capek kan. Kemudian mang Tardi dateng bawa paketan dari JNE, kotak beridentitaskan sepatu dari Aris. Ketawa. Senasib kayak gua. Gagal 1. Selesai.

Pada hari sebelumnya mamas pulang dari Jogja dan tengah malem di Hari Kamis, Muis dan Noval yang sudah balik ke Tuban dan Surabaya ngajak group call di LINE. Aisha ajak video call dan ngucapin selamat ulang tahun kemudian Ayun keluar kamar dan masuk bawa dua potong kue dan lilin yang kayak kampret susah banget ditiup. Ayun dan Yoan merasa gagal karena Aisha salah waktu. Gagal 2. Selesai. 

Pagi. Aris telfon terus tapi nggak gua angkat karena gua ngantuk banget dan males karena dia selalu bikin gua ngarep dia bakal ke Jakarta, "Kalo aku ke Jakarta nanti kamu kaget" dan selalu gua bales dengan "T*i" disambung dengan tawanya. Telfon makin liar, gua angkat dan cuma bilang terima kasih atas ucapannya dilanjut buka kado yang isinya sepatu itu hehehe dan manis sekali sepatunya kenapa bisa unyu juga tuh galah jambu, di kartu ucapannya ada ayat alkitab yang wah juga didampingi bahasa anak polos lucu banget ih. Oke tidur lagi sampe siang, biasa aja tanpa feeling aneh-aneh. Hujan besar sampe siang. Mbak Dedeh bangunin aku buat sarapan dan bilang kalo Arie mau bikin kue tapi gagal ke rumah pagi karena hujan. Lagi-lagi. Ayun, Yoan dan Arie merasa gagal karena mbak Dedeh pake bilang. Gagal 3. Selesai.

Sore, ke gereja memperingati Kenaikan Tuhan Yesus. Misa berdua sama mamas, enggak kok enggak galau enggak. Berangkat ke gereja, disambut mas-mas Cheesecake bawa kotak yang waktu ditunjukkin isinya Tiramisu kesukaan gua dan bertuliskan "Selamat Ulang Tahun Laras Gemash!". Gua balik ke pintu rumah, "Bu Ayun ada paketan nih". Entah gempa dari mana, ternyata Ayun lelarian nyamperin kebingungan. Sambil gua kasih ke Ayun, "Makasih loh ya, aku ke gereja dulu hehehe". Ayun mengumpat, Arie dan Yoan dari dalam rumah tertawa keras dan ya segala umpatan bahasa Jawa campur Jakarta jadi satu. Gagal 4. Selesai.

Malam. Pulang misa disambut nasi kuning andalan mbak Dedeh dan Bakmi Golek kesukaan. Mau berdoa dan makan, ditunda. Menunggu Mamat, alibinya. Lagi asik nyobain Cheesecake buatan Arie... Yang Ke-5 datang. Bukan abang tukang kue atau abang bakmi. Bukan juga abang parcel atau abang JNE. Tapi Aris dan Mamat di belakangnya. Lah masa bisa-bisanya gua kaget sampe terloncat dari bangku. Mau nangis nggak bisa, ada kesal yang berubah jadi sangat bahagia. Aris bawa kue Tiramisu tadi yang ternyata dari bapak dan ibu yang lagi di Pontianak. Kayak mimpi, si php datang. Minta diinjek-injek, pengen gua pelukin tapi masih ada keselnya. Bingung banget. Sesekali gua colek-colek perutnya, gua tusuk-tusuk pipinya, gua tarik-tarik rambutnya. Ya, kurang pecaya.

Tiup lilin dulu sambil malu-malu, "Aku nggak php kan?", katanya sambil senyum ngeledek. Ngeselin. Yasudah, berdoa kemudian makan. Masih nggak percaya sama sekali eh ada lagi yang datang. Kue dari Anggit yang tanpa pengirimnya. Tak lama pengirimnya ngechat, basis Jatiwaringin, belum jadi kumpul habis ini harus ya. Selesai makan, cemal-cemil kue, ngobrol lalu kehebohan datang dari belakang bak gempa bumi. Ancol dan Shantoy muncul tanpa dosa padahal ngakunya lagi di Bandung dan sempet melakukan fake update di Path. Pusing sih, pusing banget ini siapa sih event organizer-nya? Bapak? Ibu? Mas? Di Jogja jadi pinter drama kayak wayang ya? Aris? Kamu kelamaan nge-job jadi EO langsung jago kayak gitu? Ayun? Yang lama pacaran sama Mamat jadi jago ngelesnya? Arie? Shanty? Ancol? Di Bekasi ada spesialis 'akal-akalan'? Yoan? Aisha? Muis? Noval? Apa wong Jawa Timur ahli beginian? Gagal-gagal tapi kurang ajar. Yang gagal bikin ngakak tapi yang berhasilnya bikin jantungan. Banget. Lebay, bukan gua yang lebay tapi mereka. Cara mereka ah kocak dah pokoknya. Capek secapeknya menggelengkan kepala, kemudian semua tidur nyenyak karena besok mau jalan-jalan yey!

Terima kasih untuk 5 Mei-nya
Tuhan, terima kasih untuk 23 tahun ini!


Yesaya 54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.

Selesai.

Saturday, May 14, 2016

Selamat Ulang Tahun, Kita!

Oke. Mau berbagi cerita bahagia dulu nih. Tulisan blog tahun lalu belum ketutup tapi cerita dengan judul yang sama di tahun ini sudah muncul lagi. Bener-bener sibuk deh setelah punya gelar hehe gaya banget ya. Jadi ada dua cerita nih, mulai ya!

12 April 2016.
SELAMAT ULANG TAHUN, ARIS!

Jadi, sekarang gua masih di Jakarta, waktu dia ulang tahun kemarin gua nggak bisa ke Surabaya karena gua lagi PKPA kan. Gua udah nyiapin satu notes sebagai kado pemanis buat dia kuliah dan gua kebingungan nyari kado yang sebenarnya. Gua nanyain Yoga sahabatnya Aris lagi kepengen apa. Terus jawabannya, dia lagi kepengen makan rempela di angkringan. Kan gua pusing. Engga deng. Dia lagi kepengen sepatu atau jam tangan, oke. Barang cowok nggak ada yang murah dan gua jadi pusing beneran. Belum ada niat ngasih kado baju, udah dimarahin duluan sama Yoga katanya Aris udah kayak distro flanel. Okesip, enggak itu. Setelah keribetan terjadi (maafin aku ya Devi, pacarnya diribetin), selesai sudah. Dan bagaimanapun caranya rahasia, gua beli deh tuh jam tangan pake perjuangan. Pake bete, pake was-was, pake pegel, pake lepek, pake kangen, pake sebel, pake cinta, pake malu sumpah malu. Sekian.

Karena ulang tahunnya Hari Selasa, jadi Sabtu gua ke JNE sama Ayun soalnya takut Minggu tutup dan Senin nggak sempet kalo pulang dari kantornya aja malem. Terus berkali-kali gua bilang sama abangnya sampai abangnya paham dan bisa mengulang apa yang gua bilang, "Bang, ini penting ya. Pokoknya paketan ini nggak boleh ditulis isinya apa dan nyampenya harus Hari Selasa ya, nggak boleh kurang dan nggak boleh lebih. Soalnya ini kado, ulang tahunnya baru Selasa dan Senin saya gabisa maketin. Saya bayar yang YES (Yakin Esok Sampai) tapi dikirimnya Senin ya". Bayar, pulang tenang.

Minggu sore ke gereja. Tenang-tenang sampe pulang ada chat dari Aris. Hati suci abis gereja langsung rusak. Rasanya ingin berbicara kotor, kasaar semua hewan di kebun binatang mau gua keluarin. Bibir ini tidak ada hentinya mengumpat kepada abang JNE yang terkirim melalui udara. Paketannya nyampe dong, masih Minggu dong, ulang tahunnya Selasa dong. Nggak temen deh sama abang JNE itu, asli. Sialan. Yah. yaudah nggak usah dibahas, sedih. Oke gua stay cool aja. Pura-pura tenang, nelfon supaya nggak dia buka sebelum waktunya. Pokoknya dari malem itu, gua selalu minta kirimin foto paketan dari gua yang nggak boleh dibuka sampe Selasa pagi. Nurut, dia kirimin foto tiap gua minta update.

Lapor malam
Lapor pagi
Selasa pagi. Gua tau dia tidur larut, maklum mau ulang tahun. Dia ngajak chat sampe tengah malem, ngirim foto wajah happy-nya duh kangen tapi gua ngantuk banget dan harus kerja pagi. Gua bangun pagi, gua telfon seperti pacar yang seharusnya. Mengucapkan ulang tahun dan gemasnya dia kayak anak kecil langsung ijin buat membuka kado yang gua kirim, gua bilang boleh yaudah terus gua mandi dan siap-siap PKPA. Begitu buka chat, dia kirim foto isi dari paketan gua dan dia bilang "Kirain aku bangun tidur, kamu udah di depan kontrakanku". Yeuh Laras baper baper baper, mati mbak, dek. Maaf ya. Yaudah, abis gitu cuma bisa kangen...

Lapor kue
Sorenya nitip pie buat kue ulang tahun ke Yoga, berhubung laki gua macem artis gitu kan banyak yang kasih kejutan kayaknya, jadi diundur besoknya. Pas besoknya, si kapten manis laporan gitu, katanya gua so sweet banget jadi kangen. Preketek elu mah bilang gua so sweet karena ngasih kue manis ngahahaha. Iya deh kembali kasih ya, sayang wkwk. Iya, gitu ceritanya. Umur kita sekarang sama untuk beberapa hari ke depan jika ada hari esok. Semoga di 22 tahun-mu ini, kamu sekin dewasa dan bertanggung jawab juga segala permohonan baikmu dikabulkan Tuhan. Amin. Oiya, semangat skripsi ya!

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Thursday, March 3, 2016

Sarjana.

Halo, bloggersss!
Jumpa lagi setelah hampir setahun ya gua engga nongol di sini. Kangen juga sih nulis kayak gini apalagi judulnya "Sarjana". Haha setahun, gua sibuk kuliah dan perintilannya buat berani bilang "Sarjana" tanpa hoax. Wah gimana banget gitu ya. Dari dulu yang SMA cita-citanya the one and only hanya menjadi arsitektur tanpa embel-embel lainnya, sekarang sudah sarjana calon perancang obat, yang ahlinya obat. Bangga, sudah pasti. Gimana engga, gua bisa survive di fakultas yang sangat tidak ada di bayangan gua sedikitpun. Jurusan kesehatan tuh sangat engga ada bayangannya, engga engga dan engga pokoknya. Ya lagi-lagi keseringan makan omongan makanya gendut.

Jadi... Nama gua dah panjang gitu. Gabriela Larasati Swastiandari, S.Farm. dan sekarang lagi ngelanjutin program profesi apoteker masih di Unair Surabaya juga selama setahun, sekarang dah jalan satu semester. Doain aja dikit lagi ya soon to be Apt.

Bukan karena gua bisa survive dan nambahin nama jadi panjang doang bangganya tapi karena gua bisa ngundang Bapak, Ibu dan mas Ndaru ke Surabaya buat liat gua wisuda. Selesai wisuda dapet banyak bingkisan dan gila banget lah dapet cokelat banyak dari Bapak, bingkisan dari Ancol di Jakarta kaget banget kan, dapet pelukan ah gila seneng banget lah bisa pake toga dan foto bareng keluarga. Bangga banget deh parah meskipun nilai gua hanya memuaskan tapi teteplah engga boleh cepat nyerah dan cepat merasa puas. Sekarang gua lagi praktek kerja profesi di industri yang sesuai sama kemauan gua, doain aja semoga lancar dan must be there again to be its part, enak.

Bahas Sarjana dulu deh.
Bagi gua, Sarjana itu belum ada apa-apanya, ini masih awal banget dari perburuan hidup. Bangganya masih belum sebanding sama bangganya gua ke orang tua gua yang udah sangat berjasa dan manis sekali dalam merawat anak-anaknya. Ah terharu... yaw! Terima kasih Bapak Ibu. Ya intinya gua bahagia bangetlah jadi anak mereka dan adek dari mas. Tuhan memberkati. 
And they must know that their little girl is stronger than they think. Merantau jauh bukan mau gua, jauh dari rumah dan jauh dari perhatian orang tua, tidur di kamar sendirian, tahun pertama belum cocok sama makanan di sana yang kebanyakan petis. Seada-adanya lah itu kangen rumah. Kuliah pamit sama bapak ibu lewat chat, engga ada suara anjing-anjing gua, engga ada mas Ndaru yang heboh main laptop.

Dan akhirnya, sampai juga di semester 7. Sidang pengajuan skripsi, pertama kali yang namanya kelabakan sendiri di kamar kost, belajar kemana-mana pake pengorbanan. 10 Februari 2015 lulus sidang proposal. Sampai lagi di semester 8 dengan tantangan yang lebih berat, sidang skripsi bersamaan dengan kerja di laboratorium setiap hari. Puji Tuhan, 12 Agustus 2015 lulus sidang skripsi dilanjut pengesahan menjadi seorang sarjana Farmasi, yudisium tanggal 19 Agustus 2015. Yap, menjadi sarjana engga afdol kalo engga wisuda, benar-benar resmi menjadi sarjana pada 20 September 2015. Mas dateng setelah kuliahnya dua hari sebelum wisuda dari Jogja, dan Ibu dari Jakarta. Besoknya Bapak dateng setelah urusan kerjaan dari Jogja. Bener-bener bikin terharu, disempet-sempetin meskipn mereka semua sibuk. Terima kasih, Ibu Bapak Mas.

Terus, pendamping di Surabaya, Aris. Sabar banget ngadepin gua yang sensitif apalagi kalo hasil penelitian gua jelek engga sesuai keinginan. Kasian... dikeluhin nerima aja. Terima kasih ya, manis. Juga teman-teman tersayangku, yang selalu bisa bikin ketawa di tengah kerisauan kita, kalian gendeng, da best! Ayun, Aisha, Arie, Muis, Yoan, Kelompok 6 yang sudah 4 tahun ngerasain sekelompok sama gua buat bikin laporan sama nyuciin beaker glass and take care of our Pyrex gendeng mahal, temen-temen seperjuangan kelas D, huhu sekarang kangen.

Dan sekarang gua harus ngerjain tugas, lanjut lagi besok-besok ya! Sampai jumpa. 

*bonus foto
Hadiah selepas sidang, suwun, rek!
Keluarga cemara <3 td="">
Pangeran batikku
Hadiah wisuda, rek suwun sing katah rek!
Wong edyan sing garai kerasan
Diampud tenan, rek!

Wednesday, May 6, 2015

22

Dua puluh dua. Umur baru yang sudah bisa dibilang dewasa, mungkin. Tapi entah buatku mungkin belum cukup jika hanya umur saja yang menjadi parameternya. Perilakuku juga perlu didewasakan, masih dalam proses. Ibu, Bapak terima kasih ya meskipun jauh aku tau kalian merawatku dan membesarkan aku lewat semua transferan-transferan bulanan hehe dan lewat doa kalian setiap pagi dan malam juga di setiap besitan ingatan kalian. Terima kasih.

Aku lupa. Kalau hari itu tanggal 5 dan tidak seperti biasanya, hari itu aku enggan membuka handphoneku karena Selasa adalah hari yang sangat padat. Dari semalam Ayun menginap untuk kuliah pagi Farmakoterapi. Bangun tidur, berangkat jalan kaki bersama Nanda juga dan semua berjalan seperti biasa dan rasanya biasa saja. Selesai Farmakoterapi dilanjut kuliah Komunikasi-Informasi-Edukasi. Arie dan Aisha menyodorkan tangannya dan mengucapkan selamat uang tahun disusul Yoan. Bingung, lihat tanggal di iPhone Aisha dan ya tanggal 5 hahaha bodoh. Kuliah mengantuk... Kemudian lanjut menengok laboratorium mencit untuk urusan skripsi lalu jam tiga sore langsung diskusi Problem Based Learning. Aris yang jadwal Selasa adalah Praktikum Fitokimia (dengan laboratorium yang selalu aku lewati untuk menuju laboratorium mencit), tidak aku lihat batang hidungnya. Mau pulang bareng... Tapi dihubungi saja tidak bisa.

Pulang terburu-buru saja karena Romo telfon dan kebelet pipis, katanya bertemu saja di Jogja, di Surabaya kapan-kapan lagi Romo berkunjung. Rasanya gerah sekali hari itu dan semua perilaku teman-teman terasa janggal. Nanda dan Ayun yang selalu bermain mata saat kuliah Farmakoterapi, Ayun yang selalu mengulur-ulur waktu perjalanan pulang dan entah mengapa cara bicaranya saat menjawab telfon sangat keras sekali. Tapi curigaku sama sekali tidak muncul karena Ayun memang ya uniklah...

Sampai kosan, naik tangga dan entah terasa aneh. Terasa ramai tapi tidak ada suara. Masuk kamar, hendak membuka kunci tetapi kamar tidak terkunci. Kubuka kamar lalu... banyak balon di lantai entah berapa jumlahnya, di dinding ada hiasan dan di kasur ada Leo juga sebuah scrapbook. Kubuka halaman pertama, ada foto teman kuliahku Imania. Kubuka lanjut-lanjutnya ada foto sahabat-sahabatku sejak SMP; Ruth, Puput, Adit, Nia, Vera. Makin menganga mulutku, ada foto Anggita juga teman lainnya. Nggak paham lagi ini kerjaan siapa. Di halaman terakhir aku buka, ada foto yang sangat tidak terkontrol wajahnya. Dengan kata-katanya yang sederhana dan... panggilan khasnya untukku ‘R. A. Kartini’. Dari Aris. Pipiku basah keringat dan air mata. Kutengok luar kamar sepi, kuturun kamar cuma ada Vinny dan Mia, adik kos aku. Mereka bilang itu ulah mereka, kupeluk mereka dan aku kembali ke kamar tiba-tiba jadi beser. Engep, kubasuh wajahku dengan air, Vinny menggedor kamarku. Selesai cuci muka, kubuka pintu kamar dan entah aku senang kaget atau apa. Ada Vinny, Mia juga di belakang mereka ada Aisha, Imania, Ayun, Nanda, Mona, Enny, Ratih, Felita juga Indah sahabat Aris dan ada Aris juga bawa kue, ada Muis juga Arie disusul Wilman juga Mamat yang ada di teras kosan. Terima kasih sekali perhatian kalian.

Kubuka handphoneku ternyata banyak sekali ucapan dan Ibu kelimpungan mencariku karena aku belum membalas chat dan teleponnya. Maaf ya, Bu. Editan foto dari Ibu membuatku terharu, Ibu yang baru bisa edit-edit foto sekarang makin canggih saja, aku jadi rindu Ibu, Bapak dan Mas.

Lanjut dari itu, di halaman terakhir scrapbook ada ‘clues’. Dalam ruangan, Kotak besar, Terlipat. Setelah berjam-jam kucari ternyata ada kemeja biru donker yang sangat manis sekali terlipat di dalam lemari baju di kamarku. Terharu lagi. Kebiasaan. Astaga benar-benar penuh kejutan. Katanya mereka semua mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari. Ini adalah alasan mengapa Ayun pulang duluan waktu menginap di apartment Cece, alasan mengapa weekend-nya susah kuajak pergi karena penuh janji yang tidak Ia sebutkan, mengapa Aris belakangan ini menjadi begitu menyebalkan dengan alasannya yang selalu diskusi Semi Solida dan aku ya nggak bisa marah kan, mengapa Aris membiarkan aku makan sendiri kemudian update di Path lagi makan rawon kan kurang ajar, mengapa Aris membiarkan aku nonton di bioskop sendiri ternyata lagi nyiapin scrapbook ,mengapa Aris nggak bisa nemenin aku ke gereja ternyata pergi sama Ayun dan Mamat buat cari kado, mengapa Aris susah dihubungi ternyata karena handphonenya mati lagi nggak di kontrakan, mengapa Aris nggak di kontrakan dan nggak bilang kalo lagi pergi, mengapa Aris nggak ada di laboratorium ternyata dia cabut praktikum buat otak-atik kamar kosan aku yang perlu izin semua mbak-mbak kosan, gila. Nggak waras kamu, Ris.

TAPI TERIMA KASIH. Untuk teman-teman juga kamu.

Aku senang sekali. Bukan karena semua kado-kado dari kamu dan teman-teman, tapi karena semua usaha kamu yang katanya pertama kali ngasih suprise untuk cewek dan melibatkan semua temen-temen aku. You made my day, for sure.


Sunday, April 12, 2015

Happy Birthday, Love!

Persiapan dari awal Maret. Chat Cece pesen balon metalik  biru tua – biru muda – putih dan balon angka 21 warna silver, ga tau mau diapain. Beli aja dulu, idenya nanti.
_____

Muka tembok, ngeadd Line Andi Budrah Sadam R yang ID Line-nya ada di Instagram. Kenalan lagi buat basa-basi padahal mah udah dikenalin dulu, terus ngerepotin minta bantuan.
_____

Bulan depan tanggal 12 April, Aris ulang tahun. Aku harus apa...
_____

Minta tolong Andi buat fotoin anak Asrama HMB bawa ucapan untuk ulang tahun Aris, terutama mas Robby yang paling senior dan dah mau kembali ke Bontang. Tiap hari selalu ngebawelin Andi buat foto foto dan foto. Kalo main ke Asrama aku sama Andi cuma bisa ngomong pake bahasa isyarat.

Sempet pulang ke Jakarta, beli kado sama Ibu. Entah seleraku mungkin agak beda sama dia. Mau beliin sepatu tapi Converse katanya ga suka, mau beliin flanel tapi ga suka yang motifnya kotak besar, mau beliin parka ijo lumut tapi ga pernah liat dia pake baju ijo, mau beliin jam tangan tapi dia pernah bilang jam tangan yang selalu dia pake itu jam tangan kesayangan dari Bunda, mau beliin tas kuliah tapi pas ke Asrama kok di kamarnya banyak tas. Aku bingung...
_____

Nyapa Felita yang ulang tahunnya samaan kayak Aris dan dia malah bingung, maaf ya jadinya pindah ngeLine Indah. Ngerepotin D.I.Y.F.A, janjian sama Indah buat ngasih potongan kertas HVS A4 yang kubagi menjadi empat bagian dan ngasih spidol di depan Ruang Baca kampus sambil nengok kanan kiri takut Aris lewat, juga memberikan deadine. Kalau bisa H-1 ulang tahun Aris sudah kecetak semua fotonya.
_____

Nge-chat Cashin buat minta Line-nya Yui, malem-malem. Janjian juga buat ngasih kertas dan spidol. Hari itu hari Rabu, kelasnya Aris kelar kuliah jam tiga, barengan sama kelasku. Aris sudah pulang dan temen-temen deketnya nyamperin depan kelasku, semacam briefing buat foto juga. Sambil nunggu, aku sama temen-temenku juga foto di LBT lantai dua.
_____

H-7. Makin gelisah nggak tau apa yang harus dilakuin padahal mah santai aja sih ya, tapi ngasih surprise cowok cuek macem Aris gimana ya, bingung. Takut responnya nol besar.

Hari-2, ngerepotin Arie buat nemenin nyetak foto yang udah kekumpul. Malemnya. Makan Buryam Mang Dudung sama Andi, mas Galang dan Junan. Minta bantuan buat minjem satu ruangan aja di Asrama untuk surprise Aris. Ketua Asrama, Junan, ngasih izin jam tiga sore sebelum kerja bakti Asrama pas anak Asrama lagi rame juga. Asik. Terima kasih ya kalian the best.

Besoknya ngerepotin Wilman buat nyetak foto sisanya di toko lain dan hasilnya jelek, balik ke toko awal deh sama Arie sekalian kerja kelompok di Kertajaya Indah dan beli kue ulang tahun. Terima kasih ya kalian the best.
_____

12 April 2015.
Minggu pagi. Dari semalem gelisah ga bisa tidur. Tengah hari ke Bonnet ngisi nitrogen ke balon dan bawa pake mobilnya Fania, sepuluh balon lumayan sempit dan mabok juga. Di mobil Katana yang mungil itu juga ada kue, balon huruf HBD ARSYLT dan angka 21, juga Nanda dan Arie. Terima kasih ya kalian the best.

Kontak-kontakan sama Andi, ke Asrama jam tigaan, parkir mundur tiga rumah dari Asrama, disamper Andi dan Walid, disusul Mas Galang yang baru dateng ya laporan dari Mas Galang sih si Aris tidur. Pelor emang. Ayun nyusul. Terus nempelin foto di balon, balonnya terbang satu hiks gegara Andi untung ga ada fotonya. Atas instruksi dari Mas Galang, masuk pelan-pelan dan diliatin ibu-ibu tetangga yang senyum-senyum. Masuk Asrama mengendap-endap, Aris masih tidur. Nempelin balon ke plafon dibantu Arie yang tinggi, Nanda dan Ayun. Aku nempelin balon huruf dan angka, Andi sama Fania motongin solatip dan Walid meganging gordyn yang dibalik sana ada Aris lagi tidur. Gerah, keringetan, lepek.

Semua siap, kue dan lilin, nyanyi buat Aris sampe Aris bangun dan bingung. Dibawa ke ruang tamu, dia bingung gitu keliatan sih kaget tapi ga tau seneng apa lebay dipikirnya. Abis itu yaudah, foto bareng, nonton tv bareng, makan bareng lalu pulang.

Yuhu sukses sih, terima kasih semuanya yang sudah membantu.



If I could be your reason to be more mature, then I would grow old with you.
Happy Birthday & I love you, ARIS YULITA APRIANTO.

Praise the Lord, Happy Sunday!
Special thanks to God and then Babang, Ibur, Mamas. Well, big thanks to Andi, Arie, Yuli, Indah, Fanny, Fania, Nanda, Ayun, Wilman, Walid, Mas Galang. Thank you so much: Mas Robby, Junan, Febri, Kahar, Azmi, Xeza, Anggy and her friend, all of Asrama HMB and then Felita (and Happy Birthday to you, Sweety), Dimas, Yoga, Cashin, Sungging, Dayang, Vennie, Maman, Whisnu, Feri, Hanif, Nia, Aisha, Muis, Fadhil, and Ibet.

There's nothing without y'all so thank you for praying good to my invisible human then good things come back to you, hopefully. God bless you.

Thursday, February 12, 2015

Spasi


Aku benar, jatuh cinta pada pernyataan di atas. 

Spasi

Kata yang menciptakan ragu dan takutku selama ini. Namun satu kata ini pula yang mematahkannya.

Satu kata yang diulas menjadi ungkapan.
Satu kata yang dibeber menjadi alasan. 
Satu kata yang dijabar menjadi kekuatan. 
Satu kata yang digelar menjadi perasaan.

Ya sebut saja itu dengan jeda atau jarak atau mungkin ruang, katanya.

Semakin digenggam semakin hilang bukan?
Kita. Butuh rongga, butuh udara.
Biar saja kita terlentang, memandang langit yang tersebar bintang.
Karena, tidak! Aku tidak mau kamu hilang.

Aku akan belajar memahami jeda ini. 
Aku akan belajar mengakui jarak ini. 
Aku akan belajar menghargai ruang ini.
Aku akan belajar mencintainya di dalam spasi.

Adakalanya kini aku sadar, betapa manisnya saling membangun rasa di 'antara'. Ya memang seharusnya begitu.

Hal ketiga, bukan orang ketiga.
Aku, kamu dan cinta di antaranya.

Kita di dalam spasi. 
Jakarta - Bontang.

Aku rindu kamu.

Sunday, October 19, 2014

I Think I'm In Love With You

Inget beberapa bulan lalu, cuma bisa ngeliatin dari jauh, mengagumi dari dalam hati. Saja. Nggak ngerti sih sebenernya kenapa bisa hahaha. Nggak pernah ada bayangan sama sekali, ngarep aja enggak. Sa-ma se-ka-li. Sumpah. Ini lucu sih sumpah. Temenku sampe pusing sendiri kali ya dengerin aku yang enggak sengaja keceplosan menunjukkan kekagumanku ke kamu. Aku tertarik sama kamu, kamunya ngerasa nggak waktu itu? Temen kamu nyadar, pasti, kalo merhatiin gelagat aku:

Aku yang nggak bisa ngeliat mata kamu kalo lagi papasan, aku yang langsung stay cool padahal nahan malu mampus kalo kamu nyapa, aku yang panjang lebar bales comment kamu di medsos, aku yang jejingkrakan waktu kamu follow dan ngelike foto di instagramku, minta foto juga, aku yang deg-degan waktu kamu nelfon buat bangunin aku, aku yang antusias ndengerin voice note nyanyianmu dan senyam-senyum sendiri setelahnya, aku yang pengen banget bisa foto satu frame sama kamu, aku yang ngeliatin foto kamu abis panitiaan bareng ya secara jadi sie dokumentasi kan, aku yang excited banget waktu tau kamu pergi ke museum yang sama meskipun selang satu hari, aku yang sering banget ngaca di kampus waktu itu sampe temen-temen heran, aku yang jadi semangat nyatet kalo lagi kuliah sampe temen-temen ngeledekin. 

Aku iya aku yang salting nggak karuan waktu kamu ajak aku ketemu, aku yang gelapan mau bersikap kayak gimana pake baju apa pake sepatu apa, aku yang khawatir muka aku kucel apa enggak atau rambut aku yang lepek atau enggak atau kantong mata lagi kayak panda atau enggak dan yang hasilnya aku enggak bisa mikir dan memutuskan untuk apa adanya saja, aku yang berkaos plus cardigan hitam andalan ditambah sepatu flat maroon kesayangan dengan rambut terurai. Dah. Itu aja. Juga... Aku yang mati gaya waktu kamu pakein helm ke kepala aku. Mati adek, bang! Eh... Mati mbak, dek! Ya semenjak hari-hari itu... Harapan dan doa mulai ada di hati.

Pas denger lagu ini... Ya ketawa aja jadinya hahaha


If you got an eerie feeling after hanging up the phone
Sort of happy feeling but you’re not sure what it’s called

If you’re haunted by his face whenever you’re asleep at night
And think you hear his silly voice just calling out your name

Oh, no! I think I’m in love with you..
Oh, no! I’m hoping you’ll want me too
So, please..don’t let me down!

Just can’t help but talk about him in every conversation
Till your friends are sick and tired of that same old crap

If you start wearing make up even when you go to bed
Crying like a baby when you hear a mellow song

- Mocca

Tuesday, July 22, 2014

Pulau Sempu

Yap. Habis dari Bromo waktu itu, tanggal 24 Mei 2013 lalu gua sama temen-temen nekat ke Pulau Sempu. Bermodalkan sewa mobil sehari Rp. 225.000,- Langsung gila-gilaan abis UTS kepengen jalan terus. Abis gunung mau nyoba pantai, oke lokasi terdekat dari Surabaya ya Malang, ogah banget ke Kenjeran yang katanya isinya orang-orang pacaran dengan gaya yang sangat mainstream, entah apa itu.

Kalo nggak salah, kita (Gua, Faris si pengemudi, Ayun, Arie, Muis, Nia dan Mas Yudha) berangkat malem jam 11an apa ya. Faya lagi ulang tahun gitu tapi pulang ke Semarang jadinya nggak ikut deh dia. Lanjut, maaf ya Fay I love you. Perjalanan Surabaya - Malang cuma 2 jam, Faris emang pembalap. Dari Malang Kota ke Sendang Biru (Malang Selatan) juga 2 jam tapi kita istirahat dulu di pom bensin, tidur beberapa jam terus lanjut lagi sambil sholat juga semuanya shubuh di mushola terdekat. Mas Yudha dapet jackpot, mabok dan kepengen bab. Duh segala double delight gitu kan kasian.

Sampai di Sendang Biru itu jam 5an, sunrise dengan langit biru yang bener-bener kacau bagusnya, nggak ada di crayon atau pensil warna gitu. Cantik asli. Terus agak terangan kita ke pos izin buat nyebrang pulau yang dikenakan biaya perkapal PP Rp. 100.000,- juga bayar tour guide Rp. 100.000,- untuk satu rombongan yang mau mengantar kita bolak balik jadi mendingan nebeng sama orang lain, satu kapal bisa 15 orang. Bisa nebeng? BISA banget karena di sana rame pengunjung, parah!

Ini warnanya apa sih?

Banyak kapal buat nyebrang

Rame banget kayak pasar

Naik kapal kayak punya sendiri, karena kita kedapetan kapal terakhir gitu jadi ya segeng aja yang berangkat. Liat deh pemandangan sekitar aja INSTAGRAM-ABLE banget, minta banget diposting. Birunya, hijaunya, semuanya ah kacau petjah abis, epic abis. Lebay, enggak sumpah beneran deh ke sana rasain sendiri.

Nia sama Arie di ujung kapal kecil

Sok model lu, Yun

Nyampe pulau Sempu gua kira udah ada pantai gitu ya, taunya harus trekking 2 jam jalan kaki non-stop. Oke ingat itu musim hujan dan gua cuma pake sendal jepit swallow warna biru yang hampir putus, akhirnya gua memutuskan buat nyeker dengan lumpur-lumpur di kaki gua biar nyatu sama alam gitu lah hahahaha. Celana kesayangan gua jadi korban, sedih mampus. Liat aja muka udah murung gitu.

Liat tuh medannya

bersambung...

Tuesday, May 13, 2014

Iburku


Kamu tau artinya teman?
Kamu tau apa artinya sahabat?
Kamu tau bagaimana malaikat menjelma?
Kamu tau bagaimana Tuhan mengirimkan bidadarinya ke Bumi?
Kamu tau bagaimana rasanya disayangi?
Kamu tau bagaimana rasanya semua hal baik ada di sekelilingmu?

Buatku, semua rasa itu ada saat Ibu mulai mengandungku dan sampai sekarang tetap sabar memantauku dengan segala perkataannya. Semua hal indah yang aku pandang, sudah menjadi satu dalam sosoknya. Aku sayang Ibu :-)

Sunday, September 15, 2013

Mars No. 406







Ini. Iya. Ini keadaan rumah mungilku yang sudah agak kosong. Barangnya sudah dicicil. Pindah. Pindah? Ke mana? Duren Sawit. Baru kerasa nyeseknya pas tau Oktober nanti gua dan keluarga udah nggak boleh nempatin surga indah itu. Dari kemaren gua cuek aja keluyuran, main terus. Pulang, tidur, dengan ruang tidur yang nyaman, ruang keluarga kecil yang selalu menjadi tempat bincang-bincang bersama, ruang makan berkursi empat untukku, mas, ibu dan bapak. Perumahan TNI-AU. Membanggakan. Rumah mungil yang asri dan adem. Dekat bandara, penuh dengan suara pesawat, dekat dengan banyak jajanan kayak martabak, pecel ayam dan tukang pulsa. Dekat dengan SMA 42 tersayang, dekat dengan rumah jagoan kesayangan, PLK II. Kalo ngapel tinggal sms, 5 menit sampe.

Halaman mungil. Tempat disemayamkannya anjing-anjing kesayangan (Bugi, Maxi, Maco, Potato, Prettycli, Billy, Bollo, Panther) juga kucing-kucing kesayangan (Abu, Bule, Sky, Roger, Abu2) dan siapapun yang belum disebut. Kalian... Ah sedih. 

Kamarku. Banyak bintang menyala. Terdengar suara tokek. Tempat ngakak bareng. Dapurku. Tempat aku belajar bikin brownies, pertama kali masakin Maul spageti, tempat Puput bikin nasi goreng. Ruang tamuku. Basecamp waktu SD-SMP, tempat ngapel pacar, belajar bareng Maul pas UN, tempat galau juga, surprise ulang tahunku Ke-17, Ke-18, punya pacar. Kamar mandiku. Tempat mandiin kucing, kamar mandi paling asik buat jadi lapangan bola, lebay. Halaman belakangku. Tempat ngajarin anjing-anjingku tangkep bola, naik kursi, santai sore.

Halim. Angkasa. Mars. Bakalan kangen banget. Rumah cinta, penuh kenangan dan perjuangan. Banyak cerita, penuh kenyamanan. Banyak usaha, penuh sukacita. Haaaaaaaa sedih. Semoga pemilik barumu, menjaga keindahan dan kenyamananmu ya, Mars No. 406. 
Life Quotes, Life Quotes Images, Life Sayings