Glad to see you here, enjoy it! Thank you.
My photo
Jakarta, Indonesia
I'm not good at saying so I’m writing.
Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Monday, April 17, 2017

Selamat, Doktor!

Akhirnya.
Meski terhambat kesehatan dan 'perintah' yang hanya bisa dijawab dengan 'siap', tetap ikhlas dilaksanakan sebaik mungkin. Meski menjadi mahasiswa baru setahun lebih cepat dariku dan lulus pada tahun berikutku, tak patah asamu.

'Alon-alon asal kelakon'. Biar lambat asal selamat. Biar belakangan asal diselesaikan. Tanggung jawab itu penting.

Keadaan ini mendekatkan keluarga yang terpisah jarak, mengakrabkan keluarga yang terdidik mandiri. Tuhan tau kami saling membutuhkan, Terima kasih Tuhan.

Pelintas batas, julukan yang mereka 'titeni' untukmu. Sangat memuaskan di garis tertinggi.

Untuk apa pandai jika akhirnya menyakiti? Apa guna menjadi saintis jika tidak bisa bersosialisasi? Keseimbangan hati dan pikiran, itu kuncinya. Tak perlu berambisi untuk menjadi yang terbaik karena semuanya ada di hati.

Selamat, Doktor! Mengenai belajar tak kenal waktu, semoga selalu menginspirasi generasi mudamu.
Yang tak habis bangganya, anak gadismu.


Yogyakarta, 17 April 2017.

Saturday, April 15, 2017

Selamat 23!

Semoga berkenan, jika tidak maka belajarlah menyukai apa yang tidak kau suka. Belajarlah menerima dan bersyukurlah. Rendah hatilah selalu, apalah arti baik rupa tanpa manis hatimu.
Selamat 23 tahun, Kapten πŸ’› Tuhan berkati dengan keselamatan, kesehatan dan keberhasilan. Amin.
Tulisku, di instagram. 

12 April 2017 di Yogyakarta.
Lagi. Di tahun ketiga, aku tak dapat hadir di hari ulang tahunmu.
Maaf. Namun semua doa selalu terkirim untukmu yang sedang praktek kerja di Bogor. Semoga Tuhan selalu merestui sampai kita duduk bersebelahan, beberapa sentimeter saja.



Sunday, September 25, 2016

Kau dan S.Farm.

Pertengahan September ini kukembali ke Surabaya, persiapan untuk pindah ke Jakarta, beberes barang dan hadir di hari pentingmu. Jumat siang papa dan mama Aris datang dari Bontang di Bandara Juanda Surabaya, kujemput bersama anaknya. Pertemuan kedua dengan mereka. Pertama dikenalkan papa Aris di mall sedang dinas di Surabaya kala itu dan dengan mama Aris ketika Aris dirawat di rumah sakit Mei lalu. Memang tidak betah hanya diam, seharian kami jalan-jalan, menyenangkan.

Surabaya, 24 September 2016.
"Rasanya tidak habis-habis kuucap syukur. September ini begitu ceria, menyenangkan dan banyak menjawab semua doaku."

Sabtu pagi itu, Surabaya dingin tidak seperti biasanya. Malas mandi, padahal mau datang ke wisuda Aris. Pesanan bunga datang dari Renee Florist, white rose cantik dan baby breath yang sangat manis cocok sekali untuk wisudawanku. Senang sekali melihatnya, dari dulu. Kemudian tengah hari turun hujan, aku putus asa. Harus tetap berangkat, aku terburu-buru dan ya kukenakan baju pilihan ibu terakhir kupoles wajahku seadanya.

Terima kasih buat Andi sudah nemenin ke Airlangga Convention Center, hujan deras dengan taksi online. Maaf Aris aku datang telat ke wisudamu, macet sekali. Om tante juga sudah nelfonin berulang kali tapi apa daya tersendat di jalanan. Tapi puji Tuhan, begitu sampai langsung melihat papa mama kamu yang sumringah dan melihat kau di ujung ruangan sedang berfoto ria bersama teman-teman. Bagaimana rasanya? Lega ya, menyenangkan melihatmu tersenyum. Ah, kau tau? Kau ganteng sekali hari itu.

Puji Tuhan, resmi dan bangganya kami: saya, keluarga Aris, teman-teman dan tentunya Aris sendiri. Bagaimana tidak? Satu tugas sudah terselesaikan dengan baik. Sidang tanggal 19 Agustus kemarin, kamu tidak mau ditonton. Aku juga kebetulan yudisium untuk pendidikan apoteker yang akan kamu hadapi sebentar setelah ini. Hahaha sabar ya, Sabtu wisuda, tapi Senin sudah kuliah seperti biasa dengan penampilan baru: kemeja rapi, celana kain dan sepatu pantofel. Selamat datang calon sejawat, semangat ya dengan tantangan yang lebih memacu adrenalinmu. Aku selalu dukung.

Segera setelahnya, bermacet ria menuju studio foto, kenang-kenangan dan bukti atas pencapaian gelar barumu. Malu-malu foto bersama, karena kau memuji setelan pakaianku.



Singkat saja: Selamat, Aris Yulita Aprianto, S.Farm.!

Friday, August 19, 2016

Yudisium Kedua

Setelah praktek kerja profesi selesai maka dilanjutkan dengan sidang profesi industri. Saya dapat giliran pada hari pertama jadwal selesai ya bagus saya pembuka, beberapa hari kemudian dinyatakan bahwa saya tidak mengikuti sidang ulang. Terima kasih kepada bapak-bapak malaikat, dosen saya yang sangat menyenangkan jika mengajar meskipun saya terkadang mengantuk karena terlalu lama ataupun dagdigdug karena ada tanya jawab, Prof Yuwono dan Pak Dwi. Juga kepada penguji industri dari PT Kimia Farma. Oke mereka nggak akan melihat postingan ini tapi ya bersyukur dan terima kasih tetap terkirim untuk mereka dan Tuhan tentunya, terima kasih, Tuhan!
_____

Yudisium kok nagih ya? Kali ini yudisium untuk profesi apoteker, rasanya senang juga lega. Kelas D 2011, lima tahun sama mereka itu kayak gimana ya... makin ke sini makin sayang. Sekarang sudah lulus jadi apoteker setelah dihempas badai ujian-ujian yang nggak tau lagi kalo nggak ada kalian. Sedih ada, karena ini tahun terakhir kami dan kami nggak lengkap. Buat yang belum, kami doakan agar segera menyusul dan bertemu di dunia orang dewasa hahaha. Nggak ada lagi praktikum bareng, nyuci buret, rebutan statif yang imbang atau ganti beaker glass yang pecah, nugas sampai malam, kelayapan di kampus sampai gelap ataupun main bareng ke nikahannya siapa gitu. Nanti bakal sibuk dengan hidup masing-masing.

"Rasanya kurang afdol kalau tidak posting 'kegaduhan' foto kelas post-yudisium ... bahkan sepertinya kita kelas yang bisa dibilang 'hampir kenyang' entah dicaci maki atau dirasani satu kampus (?) Ah bodo amat, paling tidak saya tahu bagaimana mencari 'surga' diantara betapa 'neraka'-nya Farmasi, semuanya ada di kalian hei diampud (!) Semoga tali silaturahmi kita tidak berhenti hanya di jenjang titel, tapi masih berlanjut hingga reuni anak cucu nantinya (?)"
— @noirwanabhud 

Perubahan dalam hidup, wajar terjadi. Kehilangan itu pasti tapi kenangannya tetap ada. Proses pendewasaan dimulai kembali. Selamat, sejawat! Sampai jumpa September di Sumpah Apoteker 102. Terima kasih untuk kalian.

Dan selamat untukmu sudah lulus ujian skripsinya. Meskipun tidak mau ditonton tapi ku selalu doakan yang terbaik. Silakan menunggu yudisium, semoga berhasil dan sampai jumpa di wisuda bulan September! Bangga padamu, salam sayang.

Surabaya, 19 Agustus 2016.
Sekian.

Wednesday, May 6, 2015

22

Dua puluh dua. Umur baru yang sudah bisa dibilang dewasa, mungkin. Tapi entah buatku mungkin belum cukup jika hanya umur saja yang menjadi parameternya. Perilakuku juga perlu didewasakan, masih dalam proses. Ibu, Bapak terima kasih ya meskipun jauh aku tau kalian merawatku dan membesarkan aku lewat semua transferan-transferan bulanan hehe dan lewat doa kalian setiap pagi dan malam juga di setiap besitan ingatan kalian. Terima kasih.

Aku lupa. Kalau hari itu tanggal 5 dan tidak seperti biasanya, hari itu aku enggan membuka handphoneku karena Selasa adalah hari yang sangat padat. Dari semalam Ayun menginap untuk kuliah pagi Farmakoterapi. Bangun tidur, berangkat jalan kaki bersama Nanda juga dan semua berjalan seperti biasa dan rasanya biasa saja. Selesai Farmakoterapi dilanjut kuliah Komunikasi-Informasi-Edukasi. Arie dan Aisha menyodorkan tangannya dan mengucapkan selamat uang tahun disusul Yoan. Bingung, lihat tanggal di iPhone Aisha dan ya tanggal 5 hahaha bodoh. Kuliah mengantuk... Kemudian lanjut menengok laboratorium mencit untuk urusan skripsi lalu jam tiga sore langsung diskusi Problem Based Learning. Aris yang jadwal Selasa adalah Praktikum Fitokimia (dengan laboratorium yang selalu aku lewati untuk menuju laboratorium mencit), tidak aku lihat batang hidungnya. Mau pulang bareng... Tapi dihubungi saja tidak bisa.

Pulang terburu-buru saja karena Romo telfon dan kebelet pipis, katanya bertemu saja di Jogja, di Surabaya kapan-kapan lagi Romo berkunjung. Rasanya gerah sekali hari itu dan semua perilaku teman-teman terasa janggal. Nanda dan Ayun yang selalu bermain mata saat kuliah Farmakoterapi, Ayun yang selalu mengulur-ulur waktu perjalanan pulang dan entah mengapa cara bicaranya saat menjawab telfon sangat keras sekali. Tapi curigaku sama sekali tidak muncul karena Ayun memang ya uniklah...

Sampai kosan, naik tangga dan entah terasa aneh. Terasa ramai tapi tidak ada suara. Masuk kamar, hendak membuka kunci tetapi kamar tidak terkunci. Kubuka kamar lalu... banyak balon di lantai entah berapa jumlahnya, di dinding ada hiasan dan di kasur ada Leo juga sebuah scrapbook. Kubuka halaman pertama, ada foto teman kuliahku Imania. Kubuka lanjut-lanjutnya ada foto sahabat-sahabatku sejak SMP; Ruth, Puput, Adit, Nia, Vera. Makin menganga mulutku, ada foto Anggita juga teman lainnya. Nggak paham lagi ini kerjaan siapa. Di halaman terakhir aku buka, ada foto yang sangat tidak terkontrol wajahnya. Dengan kata-katanya yang sederhana dan... panggilan khasnya untukku ‘R. A. Kartini’. Dari Aris. Pipiku basah keringat dan air mata. Kutengok luar kamar sepi, kuturun kamar cuma ada Vinny dan Mia, adik kos aku. Mereka bilang itu ulah mereka, kupeluk mereka dan aku kembali ke kamar tiba-tiba jadi beser. Engep, kubasuh wajahku dengan air, Vinny menggedor kamarku. Selesai cuci muka, kubuka pintu kamar dan entah aku senang kaget atau apa. Ada Vinny, Mia juga di belakang mereka ada Aisha, Imania, Ayun, Nanda, Mona, Enny, Ratih, Felita juga Indah sahabat Aris dan ada Aris juga bawa kue, ada Muis juga Arie disusul Wilman juga Mamat yang ada di teras kosan. Terima kasih sekali perhatian kalian.

Kubuka handphoneku ternyata banyak sekali ucapan dan Ibu kelimpungan mencariku karena aku belum membalas chat dan teleponnya. Maaf ya, Bu. Editan foto dari Ibu membuatku terharu, Ibu yang baru bisa edit-edit foto sekarang makin canggih saja, aku jadi rindu Ibu, Bapak dan Mas.

Lanjut dari itu, di halaman terakhir scrapbook ada ‘clues’. Dalam ruangan, Kotak besar, Terlipat. Setelah berjam-jam kucari ternyata ada kemeja biru donker yang sangat manis sekali terlipat di dalam lemari baju di kamarku. Terharu lagi. Kebiasaan. Astaga benar-benar penuh kejutan. Katanya mereka semua mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari. Ini adalah alasan mengapa Ayun pulang duluan waktu menginap di apartment Cece, alasan mengapa weekend-nya susah kuajak pergi karena penuh janji yang tidak Ia sebutkan, mengapa Aris belakangan ini menjadi begitu menyebalkan dengan alasannya yang selalu diskusi Semi Solida dan aku ya nggak bisa marah kan, mengapa Aris membiarkan aku makan sendiri kemudian update di Path lagi makan rawon kan kurang ajar, mengapa Aris membiarkan aku nonton di bioskop sendiri ternyata lagi nyiapin scrapbook ,mengapa Aris nggak bisa nemenin aku ke gereja ternyata pergi sama Ayun dan Mamat buat cari kado, mengapa Aris susah dihubungi ternyata karena handphonenya mati lagi nggak di kontrakan, mengapa Aris nggak di kontrakan dan nggak bilang kalo lagi pergi, mengapa Aris nggak ada di laboratorium ternyata dia cabut praktikum buat otak-atik kamar kosan aku yang perlu izin semua mbak-mbak kosan, gila. Nggak waras kamu, Ris.

TAPI TERIMA KASIH. Untuk teman-teman juga kamu.

Aku senang sekali. Bukan karena semua kado-kado dari kamu dan teman-teman, tapi karena semua usaha kamu yang katanya pertama kali ngasih suprise untuk cewek dan melibatkan semua temen-temen aku. You made my day, for sure.


Sunday, April 12, 2015

Happy Birthday, Love!

Persiapan dari awal Maret. Chat Cece pesen balon metalik  biru tua – biru muda – putih dan balon angka 21 warna silver, ga tau mau diapain. Beli aja dulu, idenya nanti.
_____

Muka tembok, ngeadd Line Andi Budrah Sadam R yang ID Line-nya ada di Instagram. Kenalan lagi buat basa-basi padahal mah udah dikenalin dulu, terus ngerepotin minta bantuan.
_____

Bulan depan tanggal 12 April, Aris ulang tahun. Aku harus apa...
_____

Minta tolong Andi buat fotoin anak Asrama HMB bawa ucapan untuk ulang tahun Aris, terutama mas Robby yang paling senior dan dah mau kembali ke Bontang. Tiap hari selalu ngebawelin Andi buat foto foto dan foto. Kalo main ke Asrama aku sama Andi cuma bisa ngomong pake bahasa isyarat.

Sempet pulang ke Jakarta, beli kado sama Ibu. Entah seleraku mungkin agak beda sama dia. Mau beliin sepatu tapi Converse katanya ga suka, mau beliin flanel tapi ga suka yang motifnya kotak besar, mau beliin parka ijo lumut tapi ga pernah liat dia pake baju ijo, mau beliin jam tangan tapi dia pernah bilang jam tangan yang selalu dia pake itu jam tangan kesayangan dari Bunda, mau beliin tas kuliah tapi pas ke Asrama kok di kamarnya banyak tas. Aku bingung...
_____

Nyapa Felita yang ulang tahunnya samaan kayak Aris dan dia malah bingung, maaf ya jadinya pindah ngeLine Indah. Ngerepotin D.I.Y.F.A, janjian sama Indah buat ngasih potongan kertas HVS A4 yang kubagi menjadi empat bagian dan ngasih spidol di depan Ruang Baca kampus sambil nengok kanan kiri takut Aris lewat, juga memberikan deadine. Kalau bisa H-1 ulang tahun Aris sudah kecetak semua fotonya.
_____

Nge-chat Cashin buat minta Line-nya Yui, malem-malem. Janjian juga buat ngasih kertas dan spidol. Hari itu hari Rabu, kelasnya Aris kelar kuliah jam tiga, barengan sama kelasku. Aris sudah pulang dan temen-temen deketnya nyamperin depan kelasku, semacam briefing buat foto juga. Sambil nunggu, aku sama temen-temenku juga foto di LBT lantai dua.
_____

H-7. Makin gelisah nggak tau apa yang harus dilakuin padahal mah santai aja sih ya, tapi ngasih surprise cowok cuek macem Aris gimana ya, bingung. Takut responnya nol besar.

Hari-2, ngerepotin Arie buat nemenin nyetak foto yang udah kekumpul. Malemnya. Makan Buryam Mang Dudung sama Andi, mas Galang dan Junan. Minta bantuan buat minjem satu ruangan aja di Asrama untuk surprise Aris. Ketua Asrama, Junan, ngasih izin jam tiga sore sebelum kerja bakti Asrama pas anak Asrama lagi rame juga. Asik. Terima kasih ya kalian the best.

Besoknya ngerepotin Wilman buat nyetak foto sisanya di toko lain dan hasilnya jelek, balik ke toko awal deh sama Arie sekalian kerja kelompok di Kertajaya Indah dan beli kue ulang tahun. Terima kasih ya kalian the best.
_____

12 April 2015.
Minggu pagi. Dari semalem gelisah ga bisa tidur. Tengah hari ke Bonnet ngisi nitrogen ke balon dan bawa pake mobilnya Fania, sepuluh balon lumayan sempit dan mabok juga. Di mobil Katana yang mungil itu juga ada kue, balon huruf HBD ARSYLT dan angka 21, juga Nanda dan Arie. Terima kasih ya kalian the best.

Kontak-kontakan sama Andi, ke Asrama jam tigaan, parkir mundur tiga rumah dari Asrama, disamper Andi dan Walid, disusul Mas Galang yang baru dateng ya laporan dari Mas Galang sih si Aris tidur. Pelor emang. Ayun nyusul. Terus nempelin foto di balon, balonnya terbang satu hiks gegara Andi untung ga ada fotonya. Atas instruksi dari Mas Galang, masuk pelan-pelan dan diliatin ibu-ibu tetangga yang senyum-senyum. Masuk Asrama mengendap-endap, Aris masih tidur. Nempelin balon ke plafon dibantu Arie yang tinggi, Nanda dan Ayun. Aku nempelin balon huruf dan angka, Andi sama Fania motongin solatip dan Walid meganging gordyn yang dibalik sana ada Aris lagi tidur. Gerah, keringetan, lepek.

Semua siap, kue dan lilin, nyanyi buat Aris sampe Aris bangun dan bingung. Dibawa ke ruang tamu, dia bingung gitu keliatan sih kaget tapi ga tau seneng apa lebay dipikirnya. Abis itu yaudah, foto bareng, nonton tv bareng, makan bareng lalu pulang.

Yuhu sukses sih, terima kasih semuanya yang sudah membantu.



If I could be your reason to be more mature, then I would grow old with you.
Happy Birthday & I love you, ARIS YULITA APRIANTO.

Praise the Lord, Happy Sunday!
Special thanks to God and then Babang, Ibur, Mamas. Well, big thanks to Andi, Arie, Yuli, Indah, Fanny, Fania, Nanda, Ayun, Wilman, Walid, Mas Galang. Thank you so much: Mas Robby, Junan, Febri, Kahar, Azmi, Xeza, Anggy and her friend, all of Asrama HMB and then Felita (and Happy Birthday to you, Sweety), Dimas, Yoga, Cashin, Sungging, Dayang, Vennie, Maman, Whisnu, Feri, Hanif, Nia, Aisha, Muis, Fadhil, and Ibet.

There's nothing without y'all so thank you for praying good to my invisible human then good things come back to you, hopefully. God bless you.

Monday, April 21, 2014

Hari Kartini 2014

Yang kemarin dibuat pelajaran saja. Setiap harinya kita memang perlu belajar ikhlas supaya setiap harinya kita menjadi orang yang kuat mentalnya. Perempuan yang kuat hatinya. Bersyukur. Bersyukur. 

Selamat Hari Kartini, 
Untuk semua perempuan-perempuan Indonesia. 

Milikilah jiwa perempuan yang mahal bahkan hingga tak terbilang harganya. 
Milikilah semangat yang tangguh. 
Jadilah perempuan-perempuan cantik yang patut dihargai. 
Jadilah makhluk Tuhan yang paling seksi, dengan kepandaianmu, kesantunanmu, kesopananmu, keramahanmu dan baik-baikmu. 

Dan bagi semua laki-laki, buatlah perempuan-perempuanmu merasa dicintai, hargailah mereka karena itu akan membuatmu mendapatkannya pula.

Dedikasiku, untuk semua perempuan-perempuan Indonesia yang hebat!

Sunday, September 15, 2013

Mars No. 406







Ini. Iya. Ini keadaan rumah mungilku yang sudah agak kosong. Barangnya sudah dicicil. Pindah. Pindah? Ke mana? Duren Sawit. Baru kerasa nyeseknya pas tau Oktober nanti gua dan keluarga udah nggak boleh nempatin surga indah itu. Dari kemaren gua cuek aja keluyuran, main terus. Pulang, tidur, dengan ruang tidur yang nyaman, ruang keluarga kecil yang selalu menjadi tempat bincang-bincang bersama, ruang makan berkursi empat untukku, mas, ibu dan bapak. Perumahan TNI-AU. Membanggakan. Rumah mungil yang asri dan adem. Dekat bandara, penuh dengan suara pesawat, dekat dengan banyak jajanan kayak martabak, pecel ayam dan tukang pulsa. Dekat dengan SMA 42 tersayang, dekat dengan rumah jagoan kesayangan, PLK II. Kalo ngapel tinggal sms, 5 menit sampe.

Halaman mungil. Tempat disemayamkannya anjing-anjing kesayangan (Bugi, Maxi, Maco, Potato, Prettycli, Billy, Bollo, Panther) juga kucing-kucing kesayangan (Abu, Bule, Sky, Roger, Abu2) dan siapapun yang belum disebut. Kalian... Ah sedih. 

Kamarku. Banyak bintang menyala. Terdengar suara tokek. Tempat ngakak bareng. Dapurku. Tempat aku belajar bikin brownies, pertama kali masakin Maul spageti, tempat Puput bikin nasi goreng. Ruang tamuku. Basecamp waktu SD-SMP, tempat ngapel pacar, belajar bareng Maul pas UN, tempat galau juga, surprise ulang tahunku Ke-17, Ke-18, punya pacar. Kamar mandiku. Tempat mandiin kucing, kamar mandi paling asik buat jadi lapangan bola, lebay. Halaman belakangku. Tempat ngajarin anjing-anjingku tangkep bola, naik kursi, santai sore.

Halim. Angkasa. Mars. Bakalan kangen banget. Rumah cinta, penuh kenangan dan perjuangan. Banyak cerita, penuh kenyamanan. Banyak usaha, penuh sukacita. Haaaaaaaa sedih. Semoga pemilik barumu, menjaga keindahan dan kenyamananmu ya, Mars No. 406. 

Friday, August 30, 2013

TGIF. Bahagia. Jangan lupa bayar SOP.

Kalian tau ini hari apa? Hari Jumat men! Katanya kebanyakan orang ini hari adalah hari baik men. Parah gua lagi gatau lagi harus ngomong apa sama orang-orang ini. Pahlawan banget, persis sama kotanya, Surabaya. Pejuang-pejuang muda jaman sekarang nih tjoy. Kota Surabaya bikin mereka jadi pahlawan juga, terutama buat gua. Terutama hari ini. Terutama buat masa depan gua men. Ini gua nggak ngerti lagi gimana ngungkapinnya. Bahagia parah. Nggak ada taranya. Lu pada inget kan men blog gua 2 hari lalu? Telat bayar SOP...

Minggu. Mau KRS. Belum bisa. Dibuka sistem KRS Senin. Oiya lupa belum ngisi eval. Isi sampe penuh. 

Senin. Mau KRS. Gabisa. Belum melakukan pembayaran. Mampus. Gua lupa total kan. Bbm pahlawan Kebumen, bbm Fadhil, sms Tata. Nanyain gimana supaya bisa bayar daftar ulang. Katanya bayar aja. Oke gua ke bank dan portal sudah diblokir. Matik. Pulang. Lesu. Dapet nomor dari Fadhil. Oke kena roaming. Nomor Jakarta menuju nomor Surabaya. Mencoba. Usaha. "Siang, ini Unair Surabaya?", "Iya betul", "Saya Farmasi 2011 mau tanya tentang KRS", "Wah tapi ini perpustakaan Unair", wah kampret nih salah. "Loh perpus ya, ada nomor Farmasi nggak mas?". Dapet nomornya dan makasih, mas. Untung baik. Nelfon akademik, disambung ke keuangan. Ibunya yang tau urusan duit itu, ka-gak a-da. Nunggu sampe jam 3. Oke telfon lagi dan gua meronta-ronta nangis bombay memohon kepada si ibu itu. "Bu, gimana dong bu?", "Bu, tapi saya di Jakarta bu", "Bu, beneran harus ke rektoratnya bu?", "Bu, apa nggak bisa diwakilin bu?", wufff bener-bener si ibu itu berjiwa keibuan banget deh ngerti keluhan mahasiswanya, ramah dan sabar banget jawab pertanyaan gua ya gua rasa beliau kesel juga gua nanya mulu. Terakhir... Terima kasih ya, bu. Terus gua nelfon akademik, nanya soal KRS kalo telat gimana. Dia bilang apa? Maaf saya nggak bisa jelasin soal itu mbak. Whatttt? Dibayar buat nggak tau? Ah gila sinting banget kampus. Gokil seada-adanya. Terus nelfon dan sms bi doswal nggak digubris men :')

Selasa. Gua minta tolong sama pahlawan-pahlawan gua. Minta tolong tanyain ke rektorat plis. Pahlawan yang mau nolongin gua padahal ribet ngurus ospek maba. Mereka mengiyakan. Karena si pahlawan Kebumen masih di kotanya dan baru dateng ke Surabaya hari Kamis, maka kita tunggu sampai Kamis tiba. 

Rabu. Hening. Was-was. Galau barengan sama Faris gara-gara dia juga telat bayar men. 

Kamis. Hari yang ditunggu-tunggu dateng men. Bangun pagi. Mandi. Siap-siap ke bank. Terus dapet bbm dari pahlawan. "Ras ada pilgub nih rektoratnya tutup". Gua kicep, mau nangis, terus nangis, terus mandi lagi, nangis di bawah shower. Enggak sih. Gua langsung... Gimana sih men lu udah nunggu 2 hari penantian lu terus sirna begitu aja gara-gara orang-orang dewasa mencoblos-coblos muka orang di kertas, dibalik bilik, terus kelingkingnya diwarnain pake tinta. Mending bagus kan. Kalo kering udah kayak alay, kukunya kotor kayak abis mainan tanah bercacing. Sampe malem galau, terus Faris ngasih ide bikin surat dan langsung gua bikin dan gua kirim via email ke pahlawan berikutnya buat diprint dan disampein ke doswal gua yang super zibuk dan tiada kabarnya itu. Gua bbm pahlawan lain yang ada di kosan, minta amplop yang udah ditulisin alamat doswal gua. Puji Tuhan, tersedia. 

Jumat. Oke. Fix. Ini hari terakhir gua berharap jauh. Terus pahlawan-pahlawan gua (sama Faris) bbm dan bilang mereka otw ke rektorat si kampus C. Katanya alasan lupa, ditolak jadi alasan belum ada dana, dipakai. Kacau hahaha. Dalam nama Tuhan. Si pahlawan balik ke kampus B buat minta tanda tangan dekan yang bakal dikasih sesudah Jumatan. Katanya sih abis tanda tangan dekan, harus ke rektorat lagi buat buka portal banknya. Terus ada sms dari ibu doswal cantik katanya surat gua udah diterima. Puji Tuhan, beliau nungguin sampe urusan gua kelar. Baik banget sih bu! Ah pahlawan-pahlawan terima kasih. Hm... Nunggu. Depan cermin. Sampe jelek. Sampe lepek. Mainan kucing. Mainan anjing. Nonton Tom&Jerry. Terus jam 2an ada bbm. Gua disuruh ke bank men. Bayar men. Suruh buruan KRSan men. Dengan nasihat "Surabaya panas yah, jangan lupa bayar SOP lagi ya, ribet" demi Tuhaaaaaaan. Terima kasih banget pahlawan gua!!!

Terima kasih udah nyediain waktu ke rekorat buat nanyain SOP gua :') pahlawan dari Kebumen, Ayun Lestari dan pahlawan yang sibuk ngospekin maba, Arie Ferdiansyah juga pacarnya Faya Shofiyati yang udah ngeprintin surat bu doswal hiks. Dan juga pahlawan di Kosan Cantik yang udah ngasih amplop beserta alamat bu doswal, Elisabeth Kezia, pahlawan inspirasi surat yang senasib, Faris Ksatrianto. Terima kasih juga Fadhil kalo nggak ngasih nomor perpus, nggak dapet nomor fakultas deh. Kalian luar biasa!!! Tau nggak? Rasanya kayak diajak balikan sama mantan tersayang terus diajak nikah dan hidup bahagia selamanya. Lebay sih, itu mah bahagia ngets. Maafin Laras ya, dan terima kasih banyak sumpah deh. Nggak tau kalo nggak ada kalian. Semangat Jogja!!!

Hm pesan buat kalian para mahasiswa. Jangan lupa bayar SOP kalo nggak mau ribet, galau, pucing, pecah pala, ngiler sedih. Then... Thanks God It's Friday.

Thursday, August 22, 2013

HB, IBU!

Wi Lop Yu, Hepi Besdey!

Saturday, August 17, 2013

DIRGAHAYU RI-68


DIRGAHAYU INDONESIAKU. MERAH PUTIHKU.
JAYALAH SELALU!
Semoga semakin berkembang.
Semoga menjadi negara maju.
Semoga berkurang koruptornya.
Semoga dihindarkan dari segala bencana.
Semoga tidak ada perang, perang saudara, perang suku.
Semoga berkurang kemiskinannya, kita negara kaya loh.
Semoga tidak ada lagi kejahatan.
Semoga ibukotanya makin baik lagi.
Semoga penduduknya makin sadar kebersihan,
dari hati sampai sikap.
Semoga berbeda-beda tetap satu.
Semoga ya semoga yang baik-baik di tahun yang bertambah ini.
Semoga yang berbeda-beda juga bisa satu.
Amin.

Monday, May 6, 2013

20

Beranjak dewasa. Memasuki tahun ke-20 pada 5 Mei 2013 kemarin. Terima kasih, Tuhan. Karena semua kebesaran-Mu, tercapailah usiaku, kepala 2. Masuk klub 20.

Semua kejutan dari teman-teman kost, dari kakak-kakak ketemu gede, dari sahabat-sahabat, teman-teman, menyenangkan hatiku. Nyanyian selamat ulang tahun, ucapan di tengah malam awal 5 Mei dan akhir 5 Mei. Terima kasih. Hadiah spesial dari Bapak, Ibu, Mas selalu. Doa sederhana yang membuatku merasa begitu spesial untuk mereka. Terima kasih tercintaku semuanya. Tahun ini memang berbeda. Tapi tidak pernah aku berhenti bersyukur. Tuhan, terima kasih untuk-Mu selalu.

Tuesday, December 25, 2012

We Wish You

Merry Christmas to all people.
Hope Santa will give you a gift for those kids who do their good.

It's rainy day. I'm at home. Real home. Celebrate Jesus's birthday with my whole family. Have some pictures and Dad always busy with his stuff at church.

It's not enough for me. I lose my dog. When my mom told me, I was coming to my dog's house. She's died, from October and she is Kelung. My sweety dog. Mom hugged me. She cried too, and told me that I still have Kelung's puppies. Keling too. But like Maul ever said. LIFE MUST GO ON. Thank you :)



Happy Xmas to you all. And hope you happy there, Kelung.

Saturday, December 22, 2012

Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu!
Aku mencintaimu, Ibu.


Kau jiwaku, pahlawanku.
Sahabat paling baik, pendengarku yang merespon.
Si jago masak, si jago marah hehe.
Si cantik mungil, si kuat perkasa.
Yang tak pernah lupa menyebut namaku dalam doa.
Yang tak pernah benci meski ku menentang.

Kau ajaibku.

Tertanda, Anakmu.
Larasati.
Dan Selamat Hari Ibu untuk ibu-ibu di dunia!

Tuesday, August 28, 2012

HAPPY BDAY, IBU!

22/8/12.
Berawal dari dijemputnya gua dan mas oleh bapak. Jalan ke Tebet Green buat beli bangku di Ace Hardware. Nangkring ke Starbuck di TIS sembari nunggu jam setengah 10 malem buat ngambil Mix Fruits Cheese Cake di Cheese Cake Factory, Tebet. Karena Ibu akan selalu membuka kulkas, makan kue dilokasikan di dalam mobil supaya nggak ketauan. Kue ditahan 2 jam lebih tanpa freezer alhasil... tetep enak. Surprise!!!

HAPPY BIRTHDAY, IBU! WISH YOU ALL THE BEST AND WISH YOU WILL ALWAYS BE BLESSED BY GOD! WE LOVE YOU VERY MUCH, IBU!

Monday, August 20, 2012

Agustus-an

Sebelumnya kan 17 Agustus 2012 tuh Dirgahayu Indonesia Ke-67, gua mau ucapin Jayalah Indonesia Merdeka! Saking meriahnya meskipun lagi puasa, mbah Google pun merubah tampilannya. Bangga deh.


Nah berhubung kemarin itu hari rayanya saudara kita yang muslim, jadi gua juga mohon maaf lahir dan batin ya, Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1433 H. Maafin perkataan maupun perbuatan yang pernah menyakiti para pembaca ya.

Saturday, May 26, 2012

HAPPY 29th ANNIVERSARY, MY BEST!

Saturday, April 21, 2012

Hari Kartini

Selamat Hari Kartini ya, Wanita-Wanita Indonesia penerus bangsa khususnya Ibuku yang paling super! Semoga perjuangan beliau di masa lampau bisa kita lanjutkan. Tegakkan emansipasi wanita. Wanita setara dengan Pria. Wanita juga kuat. Wanita lebih tangguh. Wanita pandai. Wanita bisa pakai celana. Wanita bisa jadi pengemudi. Wanita bisa kerja. Wanita melahirkan. Wanita menyusui. Wanita teliti. Wanita juga perkasa. Berbanggalah, Wanita Indonesia! Berbahagialah, Wanita Tangguh!

Wednesday, February 22, 2012

With Best Junior

Hello mau posting nih tentang seru-seruan bareng cewek-cewek tersayangku di rumah baru tanggal 18 kemaren. Sahabat-sahabat tersayang dari SMP. Sebut saja mereka Adit (murni cewek loh!), Ruth, Nia dan Vera. Beberapa hari sebelumnya juga kita udah main juga nah nambah lagi gara-gara Vera ngiri sama fotonya hahaha. Puput juga iri katanya tapi doi gabisa melulu. Cekidot!


-------------------------------------


Best Junior High School.
End.

Thursday, February 9, 2012

Life Quotes, Life Quotes Images, Life Sayings